Namun, suara dari lapangan menunjukkan bahwa transformasi digital tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial-ekonomi pelaksana kebijakan. Dinamika yang dialami para juru parkir ini mungkin belum mewakili keseluruhan kondisi di Kota Jayapura.
Namun, ia cukup menjadi cermin bahwa setiap kebijakan publik membutuhkan pendekatan yang manusiawi: sosialisasi yang intens, transisi yang bertahap, serta solusi konkret bagi mereka yang terdampak langsung.
Di titik inilah, QRIS bukan sekadar soal teknologi, tetapi tentang bagaimana pemerintah hadir memastikan bahwa kemajuan tidak meninggalkan siapa pun di belakang.(*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Bupati menegaskan jika, mereka baru juga diangkat CASN masih ada langkah selanjutnya yang harus diikuti…
Danrem 172/ PWY Brigjen TNI. Robby Suryadi untuk upaya pengejaran tentunya ada upaya yang dilakukan…
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan sejak beberapa hari terakhir, keberadaan kabut asap tebal akibat…
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Merauke Rudi, mengatakan, kedua survivor ditemukan setelah Tim…
Departemen Keadilan dan Perdamaian (DKP) Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua menyatakan dukungan…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, sejumlah ruas jalan saat ini tengah dikerjakan untuk membuka…