Namun, suara dari lapangan menunjukkan bahwa transformasi digital tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial-ekonomi pelaksana kebijakan. Dinamika yang dialami para juru parkir ini mungkin belum mewakili keseluruhan kondisi di Kota Jayapura.
Namun, ia cukup menjadi cermin bahwa setiap kebijakan publik membutuhkan pendekatan yang manusiawi: sosialisasi yang intens, transisi yang bertahap, serta solusi konkret bagi mereka yang terdampak langsung.
Di titik inilah, QRIS bukan sekadar soal teknologi, tetapi tentang bagaimana pemerintah hadir memastikan bahwa kemajuan tidak meninggalkan siapa pun di belakang.(*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Ia menjelaskan, melalui revisi besar kebijakan Presiden Republik Indonesia, program swasembada pangan kemudian diturunkan ke…
Kasat Resnarkoba Polres Merauke melalui Kanit Opsnal Sat Resnarkoba Aiptu Ariyanto, S.Pd.I yang memimpin langsung…
Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay, S.I.K melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura, AKP Alamsyah Ali, S.H.,…
Hofni Balagaize, anggota Linmas Kampung Kaliki ditemui media ini disela-sela menjual hasil panen buiah nanas…
Ia menjelaskan, dari total 42 hektare lahan yang direncanakan untuk penanaman jagung, hingga kini 17…
‘’Ditahun 2025 itu, kita ada tunggakan perkara dari tahun 2024 yang kita proses dan sidangkan…