

Ketua Yayasan Jantung Indonesia Provinsi Papua Suzana D. Wanggai (foto:Elfira/Cepos)
Upaya YJI Provinsi Papua Membangun Kesadaran Warga Menjaga Kesehatan Jantung
Dari senam bersama hingga pemeriksaan kesehatan, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Papua mengajak masyarakat lebih peduli pada jantung. Upaya menekan risiko penyakit jantung di Papua terus dilakukan melalui sosialisasi dan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Lantas apa saja yang dilakukan?
Laporan: Elfira_Jayapura
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sekitar 260.000 orang meninggal akibat penyakit jantung setiap tahun.
Angka tersebut menempatkan penyakit jantung sebagai penyebab kematian tertinggi kedua setelah stroke. Ancaman penyakit ini juga mulai membayangi kelompok usia produktif.
Data Kemenkes menunjukkan prevalensi penyakit jantung mencapai 1,3 persen pada kelompok usia 35-44 tahun. Angka tersebut meningkat menjadi 2,4 persen pada kelompok usia 45-54 tahun.
Kondisi ini menjadi perhatian Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Provinsi Papua. YJI mendorong masyarakat tidak mengabaikan kesehatan jantung dengan rutin berolahraga, menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Ketua YJI Cabang Provinsi Papua, Suzana D. Wanggai, mengatakan upaya menekan risiko penyakit jantung di Papua terus dilakukan melalui sosialisasi dan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Salah satunya melalui senam jantung sehat bersama klub-klub jantung sehat yang dinilai penting untuk menjaga kebugaran sekaligus kesehatan jantung. “Kita selalu gaungkan melalui kegiatan-kegiatan, salah satunya senam melalui klub-klub jantung sehat. Itu sangat penting sekali. Meski orang melihat itu adalah kegiatan yang biasa saja, namun itu benar-benar sangat bermanfaat karena setiap gerakannya diperuntukkan bagaimana kita menjaga jantung,” kata Suzana kepada Cenderawasih Pos, Senin (5/10).
Menurut Suzana, persoalan lain yang perlu mendapat perhatian adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara rutin.
“Kesadaran masyarakat masih kurang. Ini terkait dengan pola hidup dan bagaimana kita sama-sama ikut dalam kegiatan-kegiatan berkaitan dengan menjaga kesehatan jantung. Kita masih sangat kurang sekali,” ujarnya.
Ketua MRP, Nerlince Wamuar, mengatakan dari pertemuan itu ada sejumlah persoalan yang disampaikan langsung…
Gubernur Papua Pegunungan Dr (HC) John Tabo, SE, M.B.A menyatakan pemerintah daerah sebelumnya telah melakukan…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, kondisi kekeringan yang dipengaruhi fenomena El Niño meningkatkan kerawanan…
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya, Melke Mentang, S.H. menyatakan pemeriksaan fisik ini dilakukan untuk memastikan…
Kapolres Mimika, AKBP Alfredo A. Rumbiak, menyatakan aparat keamanan terus mengawal situasi di lapangan agar…
Pelatihan ini digagas oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Keerom dan melibatkan operator…