Di bawah kepemimpinannya, Lapas Abepura akan terus berbenah. Edy sangat menekankan pada dua pilar diantaranya; Pembinaan Kemandirian dan Pembinaan Spiritual.
Ia percaya bahwa tembok Lapas boleh membatasi gerak fisik, tapi tidak boleh membatasi masa depan seseorang. Edy ingin Lapas Abepura diingat bukan sebagai tempat penghukuman yang menyeramkan, melainkan sebagai “Rumah Reintegrasi”. Ia bekerja keras menghapus stigma negatif masyarakat terhadap mantan narapidana.
“Saya hanya ingin orang tahu bahwa di balik tembok tinggi ini, ada harapan yang sedang kita rawat bersama-sama. Tugas saya hanya memastikan cahaya itu tidak padam,” tutupnya. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
"Pelaksanaan ekstraksi dan cellebrite terhadap barang bukti berupa tiga buah telepon seluler, dua milik korban…
Korban diduga terjatuh ke sungai saat hendak memperbaiki tali jangkar kapal. Kejadian tersebut dilaporkan kepada…
Ribka menyampaikan hal tersebut dalam rapat evaluasi penyaluran Dana Otsus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis,…
Korban ditemukan dalam kondisi selamat pada Kamis pagi (6/8), setelah perahunya karam dihantam ombak besar…
Marince, salah seorang orang tua murid, mengaku lega dan bahagia karena anak-anak akhirnya bisa kembali…
Skema transmisi ini merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk menekan tingkat impor bahan bakar fosil…