Di bawah kepemimpinannya, Lapas Abepura akan terus berbenah. Edy sangat menekankan pada dua pilar diantaranya; Pembinaan Kemandirian dan Pembinaan Spiritual.
Ia percaya bahwa tembok Lapas boleh membatasi gerak fisik, tapi tidak boleh membatasi masa depan seseorang. Edy ingin Lapas Abepura diingat bukan sebagai tempat penghukuman yang menyeramkan, melainkan sebagai “Rumah Reintegrasi”. Ia bekerja keras menghapus stigma negatif masyarakat terhadap mantan narapidana.
“Saya hanya ingin orang tahu bahwa di balik tembok tinggi ini, ada harapan yang sedang kita rawat bersama-sama. Tugas saya hanya memastikan cahaya itu tidak padam,” tutupnya. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Penertiban dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas penjualan Boplas yang dinilai meresahkan.…
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…