Di bawah kepemimpinannya, Lapas Abepura akan terus berbenah. Edy sangat menekankan pada dua pilar diantaranya; Pembinaan Kemandirian dan Pembinaan Spiritual.
Ia percaya bahwa tembok Lapas boleh membatasi gerak fisik, tapi tidak boleh membatasi masa depan seseorang. Edy ingin Lapas Abepura diingat bukan sebagai tempat penghukuman yang menyeramkan, melainkan sebagai “Rumah Reintegrasi”. Ia bekerja keras menghapus stigma negatif masyarakat terhadap mantan narapidana.
“Saya hanya ingin orang tahu bahwa di balik tembok tinggi ini, ada harapan yang sedang kita rawat bersama-sama. Tugas saya hanya memastikan cahaya itu tidak padam,” tutupnya. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Menurutnya, hingga saat ini masih banyak kompleks perumahan warga yang belum memiliki bak atau kontainer…
Dalam pandangannya, kenaikan drastis ini melahirkan pertanyaan mendasar di benak publik: "Gaji hakim naik, rakyat…
Kepala Kampung Koya Tengah, Yunike Rollo, menegaskan bahwa pemerintah kampung tidak hanya memberikan dukungan secara…
Banyaknya oknum yang memanfaatkan situasi konflik untuk melakukan penjarahan dan pencurian di rumah para korban…
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Jayapura, Papua menyebut bahwa produksi sampah di daerah…
Tim kebanggaan masyarakat Papua itu sedang menyiapkan skuad yang “mewah”. Sejumlah pesepak bola asal Papua…