Di balik segala keterbatasan, Mecky mengaku mulai melihat perubahan yang selama ini ia impikan. Anak-anak muda yang biasanya menghabiskan sore dengan botol minuman keras kini lebih sering duduk bersama membuka buku dan berdiskusi. “Dalam beberapa waktu menjalankan program ini, anak-anak di kompleks tidak ada yang mabuk. Mereka justru membantu saya, membaca buku, dan aktif berdiskusi. Itu yang membuat saya menangis. Mereka yang dulu mabuk alkohol, sekarang mabuk buku,” ungkapnya.
Bagi Mecky, perubahan itu menjadi bukti bahwa stigma bukanlah takdir. Ia berharap gerakan yang dimulai dari sebuah kompleks kecil di Nabire ini dapat terus hidup dan menginspirasi banyak orang. “Kami ini mungkin selama ini dikenal sebagai anak-anak kepala mabuk. Tapi sekarang kami ingin mabuk buku, bukan mabuk alkohol lagi. Kami juga berhak mendapatkan akses bacaan dan pendidikan. Kami juga bisa berubah kalau diberi kesempatan untuk belajar, membaca, dan berdiskusi bersama,” tutup Mecky. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Menurut Mathius, salah satu kebutuhan yang cukup mendesak bagi warga saat ini adalah bahan…
Kepala Dinas Kesehatan Papua Selatan dr. Benedicta Herlina Rahangiar mengatakan dokter spesialis yang disiapkan antara…
Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan pada hari terakhir…
Menanggapi lonjakan angka kasus tersebut, Dinas Kesehatan meluncurkan serangkaian inovasi programatik untuk memutus rantai penularan.…
Penertiban yang dijalankan oleh tim gabungan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkop)…
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika mencatat kenaikan signifikan pada penerimaan retribusi di Pasar…