Categories: FEATURES

Berharap ada Tambahan Skill untuk Membuat Gerabah Model yang Lain

Upaya Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Lewat Kerajinan Gerabah 

Untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Provinsi Papua, mendorong peningkatan ketrampilan masyarakat. Salah satunya adalah di bidang pembuatan kerajinan/souvenir keramik atau gerabah.

Laporan: Karolus Daot Jayapura.

Sebanyak 30 peserta dari Kelompok Perajin Gerabah Tradisional, Titian Hidup Kampung Abar, Kabupaten Jayapura, dan Kelompok Ikatan Perempuan Pengrajin Keramik, Kampung Kayu Batu mengikuti pelatihan pembuatan keramik di BBPPKS Jayapura.

  Pelatihan pembuatan Keramik tersebut akan berlangsung selama 14 hari, mulai 1-14 Desember mendatang. Seluruh peserta yang ikut pelatihan tersebut tampaknya telah memiliki kemampuan dasar dalam membuat keramik berbahan tanah liat. Hanya saja sistem pengolahan yang mereka lakukan selama ini masih manual.

  Seperti yang diceritakan oleh Ketua Kelompok Perajin Gerabah Tradisional, Titian Hidup Kampung Abar, Kabupaten Jayapura, Naftali Felle. Mereka membuat gerabah sejak tahun 2008 silam. Gerabah yang diproduksi selama ini hanya terdapat dua jenis, diantaranya sempe belanga (Mangkuk ukuran besar) dan juga pot bunga rias.

  Proses produksi untuk satu buah sempe atau pot bunga membutuhkan waktu 2-3 minggu. “Kami tidak setiap hari, hanya Rabu-Kamis saja produksi gerabah,” ceritanya.

  Diapun mengatakan produksi gerabah dilakukan melalui beberapa tahap. Pertama tanah liat basah, dikeringkan selama beberapa hari, setelah kering selanjutnya diayak hingga halus. Kemudian diaduk dengan bahan lain, lalu diolah.

  “Kalau olahan tanah liatnya itu sudah tidak lengket, maka barulah kita olah menjadi Sempe atau pot bunga untuk rias di atas meja,” terangnya.

Daya produksi gerabah dari kelompok perajin tersebut, masih sangat terbatas bahkan setiap bulannya mereka hanya mampu produksi puluhan gerabah. “Sudah ada mesin untuk pemanas gerabah, tapi tetap dibantu dengan tungku api, sehingga produksi kita masih sedikit,” ujarnya Naftali.

  Dikatakan di Kampung Abar memiliki beberapa jenis tanah liat, masing masing-memiliki kualitas dan ciri khasnya. Hal ini menurutnya jika didukung dengan sistem produksi yang modern, tentu akan berdampak pada nilai produksi.

  Oleh sebab itu melalui pelatihan tersebut mereka mengharapkan, selain pelatihan peningkatan kapasitas, tapi juga pemerintah melalui Dinas Sosial memberi dukungan berupa bantuan alat produksi gerabah bagi Kelompok Pengrajin gerabah Kampung Abar tersebut.

  “Kami harap selain pelatihan, tapi juga pemerintah dukung kami dalam bentuk alat produksi, selain itu sediakan pasar bagi kami, agar ekonomi kami makin meningkat,” harapnya.

  Hal senada juga dikatakan oleh  anggota Kelompok Ikatan Perempuan Perajin Keramik, (Gerabah) Kampung Kayu Batu. Kelompok tersebut membuat gerabah menggunakan tanah liat.

  Alat produksinya pun masih dengan cara manual, sehingga sejak didirikannya kelompok perajin keramik tersebut tahun 2017, belum banyak gerabah yang diproduksi.

  Bahkan mereka belum menjual gerabah tersebut ke pasaran. “Kita tidak memiliki mesin bakar, jadi selama ini hanya menggunakan tungku api, sehingga produksi kita tidak banyak,” ceritanya.

  Selain itu, skill mereka untuk mengolah gerabah katanya masih sangat minim, hal itulah yang membuat mereka selama ini hanya mampu membuat sempe (Mangkuk). “Kami belum lincah mau bikin model yang lain, sehingga kami harap pelatihan ini bisa meningkatkan kemampauan kami,” harapnya. (*/tri)

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Lantai Jembatan Banyak Lubang, Terkesan Kumuh dengan Coretan dan Sampah

Setelah liburan panjang dan penerimaan murid baru, aktifitas anak-anak sekolah kembali ramai.  Arus lalu lintas…

19 hours ago

Wali Kota Ajak Perangi Segala Bentuk Perjudian

   Menurut Abisai, perjudian bukan sekadar aktivitas yang melanggar hukum, tetapi juga menjadi salah satu…

1 day ago

Tabrak Truk Semen, Pengendara Motor Tewas di Ring Road

Korban diketahui bernama Jhon S. Wanimbo (26), warga Jalan Buper Waena, Distrik Heram. Korban menghembuskan…

1 day ago

Komnas HAM Diminta Selidiki Kasus Tiga Warga Sipil

Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…

2 days ago

Pemkot Siap Tegakkan Perda yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…

2 days ago

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

2 days ago