Categories: FEATURES

Harga Cabai Tembus Rp110 Ribu per Kg, Pemerintah Siap Intervensi Pasar

Mencermati Pergerakan Harga Kebutuhan Pokok Mendekati Hari Raya Idulfitri

Meski pemerintah telah memastikan stok kebutuhan pokok aman selama Ramadan masih aman, namun mendekati hari raya Idulfitri, harga Bapok di pasaran tetap bergerak mengikuti mekanisme pasar. Pemerintah daerah pun mengantisipasi dengan pasar murah untuk stabilitas harga dan mengendalikan laju inflasi.

Laporan: Elfira_Jayapura

Memasuki bulan Ramadan pemerintah daerah, baik Pemprov Papua maupun Pemkot Jayapura sudah memberikan perhatian serius terhadap ketersediaan dan harga bahan pokok (Bapok) di pasaran. Hal ini dilakukan dengan melakukan sidak ke sejumlah tempat, mulai dari Gudang Bulog, pasar tradisional hingga ke sejumlah supermarket yang tersebar di Kota Jayapura.

Plt Kepala Disperindag Provinsi Papua, A.Y. Imbenai mengaku selain pengawasan stok, Disperindag juga melakukan pemantauan harga setiap hari. Pengawasan difokuskan pada 20 komoditas strategis yang menjadi perhatian pemerintah, termasuk sejumlah barang yang telah ditetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Komoditas yang diawasi antara lain beras, minyak goreng Minyakita, bawang merah, bawang putih, cabai, telur ayam beku, gula pasir, serta tepung terigu.

Dikatakan, sejauh ini, harga bahan pokok dinilai masih dalam kondisi stabil. Jika terjadi kenaikan pada komoditas yang tidak termasuk dalam kategori HET, hal tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan mengikuti mekanisme pasar.

“Secara umum harga masih terkendali dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Kami terus melakukan pengawasan agar stabilitas ini tetap terjaga,” katanya.

Ia berharap langkah pemantauan intensif ini dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah menjelang dan setelah Idulfitri.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru sebelumnya menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jayapura dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok (bapok) menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Penegasan tersebut disampaikan usai pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak), Rabu (25/2).

Rustan Saru mengimbau para pengusaha, pedagang, distributor, hingga pengelola pasar modern untuk menjaga kestabilan harga dan tidak melakukan kenaikan yang tidak wajar.

“Ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.

Pemkot Jayapura tidak akan tinggal diam apabila ditemukan adanya kenaikan harga yang signifikan dan memberatkan masyarakat. Salah satu langkah intervensi yang telah disiapkan adalah penyelenggaraan pasar murah di sejumlah titik strategis di Kota Jayapura.

“Jika terjadi kenaikan harga, Pemerintah Kota Jayapura akan mengadakan pasar murah.,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah telah memiliki acuan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan harga eceran terendah sebagai patokan dalam pengendalian harga di lapangan. Tim pengawasan pun secara rutin turun ke pasar tradisional maupun pasar modern untuk memastikan harga tetap sesuai ketentuan.

Namun mendekati hari raya Idulfitri, sejumlah harga komoditas bahan pokok di pasaran terpantau mengalami kenaikan, terutama cabai yang kini menembus di atas Rp100 ribu per kilogram.

Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Pardagangan dan Perindustrian Provinsi Povinsi Papua, Herman Bleskadit menilai kenaikan tersebut masih dalam batas wajar.
Dari hasil pemantauan dan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan beberapa hari lalu, harga cabai sebelumnya berada di kisaran Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Laga Pamungkas

Nah sebagai tim tanpa beban ini justru kadang menjadi ancaman bagi kubu tuan rumah karena…

20 hours ago

Longsor Susulan di Tembagapura, Dua Honai Hanyut

Cuaca ekstrem yang melanda dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memicu bencana tanah longsor susulan…

1 day ago

Dekai Menghangat, Dua Warga Jadi Sasaran Tembak

Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, menjelaskan dalam peristiwa tersebut, dua…

1 day ago

Depapre Jadi Basis Perikanan Papua

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan Depapre akan dijadikan pusat pengembangan sektor perikanan di Provinsi…

1 day ago

Pusara Demo Bukan di Papua Harusnya Aksi Menyesuaikan Lokasi

"Karena dulu Papua belum dimekarkan menjadi enam provinsi sehingga demo-demo masih terpusat di Kota Jayapura.…

1 day ago

Cuaca Ekstrem Membayangi Sejumlah Wilayah di Papua

Secara umum kata Finnyalia pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga…

1 day ago