Categories: FEATURES

Ikut Ajakan Teman Malah Tidak Digaji, Sempat Dikira Sudah Meninggal

Saat pulang ke Samarinda, dia melakoni pekerjaan yang sering ganti-ganti. Hingga akhirnya di akhir tahun 2024, dia bekerja dengan seorang pengusaha sarang Wallet dengan gaji Rp 3 juta per bulan.

‘’Saya bekerja di situ selama 6 bulan, tapi gaji saya tidak pernah terima. Ternyata orang lain yang ambil,’’ katanya.

Dengan uang tersisa Rp 600 ribu dalam kantong, Faris mengaku turun ke Samarinda lagi sekitar bulan April 2025. Lalu mencoba mencari rumah kos-kosan. Saat itulah, kemudian bertemu dengan mahasiswa dari Merauke yang sedang kuliah di Samarinda.

‘’Saat aku mencari rumah kos-kosan yang mungkin bayaranya Rp 50.000, ada orang tanya saya. Om dari manakah? Saya jawab dari Papua. Lalu sampaikan di rumah kos-kosan itu banyak anak Papua yang sedang kuliah,’’ katanya.

Kemudian Faris bergabung dengan anak Papua asal Fakfak yang tinggal di rumah kos-kosan itu. Hanya saja, anak tersebut tidak bekerja sehingga kedatangannya ke tempat tersebut dirasa hanya menjadi beban hingga iapun merasa tidak enak hati dan memilih pergi. Untungnya ia juga bertemu dengan seorang baik hati yang kebetulan bekerja sebagai pegawai di Dinas Pencatatan Sipil.

Lewat ibu tersebut yang melaporkan ke Dinas Sosial setempat, kemudian dari Dinas Sosial Samarinda menghubungi Dinas Sosial Kabupaten Merauke. Anak bungsu dari 4 bersaudara pasangan Linus Yanggondip dan Bertania Kurap (keduanya almarhum) ini mengakui, selama berada di Samarinda tersebut dirinya tidak pernah melakukan komunikasi dengan keluarganya yang ada di Merauke karena tidak punya nomor telpon yang bisa ia hubungi.

Selain itu karena HP yang dibawa saat dari Merauke rusak sehingga semua nomor kontak keluarga yang ada di dalam HP tersebut hilang.

‘’Saya juga saat itu belum ada niat pulang ke Merauke. Setelah kemarin tidak punya uang sama sekali baru terbesit untuk mau pulang. Tapi, uang tidak ada,’’ jelasnya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Meski Hakim Terbatas, Namun Tangani Perkara Paling Banyak di Seluruh Indonesia

Pengadilan Militer III-19 Jayapura sebagai salah satu penyelenggara peradilan di tingkat pertama mempunyai tugas untuk…

23 hours ago

Kejari Merauke Lelang Sejumlah Barang Rampasan Tindak PIdana Umum

Kepala Kejaksaan Negeri Merauke Dr. Paris Manalu, SH, MH, didampingi Kepala Seksi Pemulihan Aset Arief…

24 hours ago

Wali Kota Pastikan Seluruh OPD Definitif Januari Ini

Saat ini, Pemerintah Kota Jayapura telah melantik sebanyak 26 pimpinan OPD sebagai pejabat definitif. Namun…

1 day ago

Penumpang Lebih Banyak yang Berangkat daripada yang Turun di Merauke

Plt Kepala PELNI Cabang Merauke Sandi mengungkapkan, KM Tatamailau yang tiba dan sandar di Dermaga…

1 day ago

ASN Tidak Disiplin, Gaji dan TPP Ditahan

Untuk itu, Rustan Saru meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jayapura agar segera melakukan evaluasi menyeluruh…

1 day ago

Merauke Jadi Tuan Rumah Sidang Musyawarah Pekerja Lengkap PGI

Ketua Panitia Pelaksana Soleman Jambormias didampingi Wakil Ketua dan Sekretaris Panitia kepada wartawan mengungkapkan, Sidang…

1 day ago