Categories: FEATURES

Kirimkan Surat Cinta tanpa Kata untuk Presiden

Ketika Lukisan Mulut Tegar Menembus Dinding Istana Negara

Prestasi tak selamanya harus mengangkat thropi atau naik podium. Yang dilakukan Tegar justru membawa kebanggaan tak hanya pihak sekolah tetapi juga orang tua. Ia memberi pesan ke presiden lewat surat tanpa kata.

Laporan: Antonius Christian

Tuhan kerap menitipkan keajaiban dengan cara yang tak terduga. Di sebuah ruang kelas sederhana di SLB Mandiri Putra Bangsa, Jatipuro, sunyi pecah oleh deru napas yang teratur. Tegar, 10, siswa kelas IV, tampak membungkuk dengan konsentrasi penuh. Bibirnya mengatup rapat pada batang kuas, menggerakkannya dengan presisi di atas kanvas putih.

Bukan pemandangan atau karakter kartun biasa yang ia lukis kali ini. Selama dua pekan terakhir, Tegar mencurahkan seluruh jiwanya untuk melukis sosok orang nomor satu di Indonesia Presiden Prabowo Subianto. Lukisan itu kini tak lagi berada di ruang kelasnya, melainkan telah sampai ke tangan sang presiden melalui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.

“Lukisan ini adalah cara saya bilang terima kasih,” tutur Tegar pelan namun mantap. Bagi Tegar, potret itu bukan sekadar gambar wajah, melainkan surat cinta tanpa kata yang ia sampaikan lewat bahasa paling tulus lewat karya seni. Melukis potret manusia adalah tantangan besar bagi pelukis profesional sekalipun, apalagi bagi seorang bocah yang harus melakukannya hanya dengan mulut.

Setiap garis wajah dan bayangan membutuhkan koordinasi leher serta fokus yang melelahkan. Satu kesalahan kecil berarti harus mengulang, namun Tegar tak pernah mengeluh. “Tidak terlalu sulit karena dibimbing guru. Semua melukisnya pakai mulut,” ujarnya polos, seolah tantangan fisik itu hanyalah kerikil kecil di jalan menuju mimpinya. Kisah Tegar adalah cerita tentang transformasi.

Setahun lalu, ia masih mengenyam pendidikan di sekolah reguler sebelum akhirnya pindah ke SLB. Kepala Sekolah Muhammad Fajar Riyanto mengingat betul momen awal Tegar beralih dari krayon ke cat lukis. “Dalam enam bulan terakhir, perkembangannya sangat pesat. Puncaknya, saat kami ajak ke Jakarta, Tegar bahkan mencoba melukis media digital dan langsung berhasil menyelesaikan satu karya. Ini luar biasa,” kenang Fajar dengan binar bangga.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

5 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

6 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

7 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

8 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

9 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

10 hours ago