Karya Tegar hadir di saat yang tepat. Lukisannya menjadi simbol dari perubahan yang tengah dirasakan sekolahnya. Melalui program hasil terbaik cepat (PHTC), SLB di pelosok Karanganyar ini mulai tersentuh modernisasi. Dari revitalisasi bangunan hingga program makan bergizi gratis.Bagi Tegar, fasilitas digital yang kini mulai masuk ke sekolahnya adalah “sayap” baru. “Saya ingin jadi pelukis dan animator profesional,” ucapnya penuh keyakinan.
Di matanya, teknologi bukan sekadar alat, melainkan jembatan untuk melintasi keterbatasan fisiknya. Fajar Riyanto menegaskan bahwa kisah Tegar adalah tamparan bagi siapa pun yang masih memandang anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan sebelah mata. “Mereka bukan objek belas kasihan, tapi subjek pembangunan. Ketika ABK diberi ruang, Indonesia akan berdaya,” tegasnya.
Di atas kanvas yang dikirim ke Jakarta itu, Tegar tidak hanya melukis guratan wajah Presiden Prabowo. Ia sedang melukis masa depannya sendiri—sebuah masa depan di mana jemari tak lagi menjadi syarat untuk menciptakan keindahan, dan di mana kesempatan adalah hak bagi setiap anak bangsa yang berani bermimpi. (atn/bun)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Persipura harus kerja keras agar tidak kembali tersungkur dari Laskar Badai Pantura. Kendal Tornado FC…
‘’Untuk saat ini, hutan yang berpotensi untuk itu semuanya sudah digunakan oleh negara. Untuk program-program…
Stevie yakin mantan klubnya itu bisa mendulang poin di markas Laskar Badai Pantura julukan Kendal…
Aksi mogok ini menyebabkan lumpuhnya aktivitas bongkar muat di pelabuhan Merauke. Bahkan dari pantauan media…
Ia menegaskan, pemantauan dilakukan agar tidak terjadi kekosongan stok menjelang hari raya yang dapat memicu…
Menurut Marthen, ini penting untuk memastikan tidak ada lagi klaim sepihak di kemudian hari serta…