

Sejumlah kendaraan yang melintas di Jalan Budi Utomo Timika yang terpaksa berhenti untuk menghindari ledakan petasan (kembang api) yang dibuang di tengah jalan, pada Rabu (1/1/2025), (Foto: Cenderawasih Pos/Moh. Wahyu Welerubun).
Ketika Kota Dollar Bergeliat Diakhir Tahun 2024 dengan Cara Ekstrim
Moment perayaan malam tahun baru di berbagai daerah nampaknya menjadi satu hiburan yang sulit dilewatkan. Meski ekonomi belum membaik namun malam pergantian tahun adalah “pesta” gratis
Laporan : Wahyu Welerubun-Timika
Di berbagai kota lainnya, malam kunci tahun biasanya dilewati dengan pesta kembang api yang dirancang sedemikian rupa dan tertib. Namun, pemandangan berbeda dan berbahaya justru terjadi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Pantauan Cenderawasih Pos, sejak pukul 19.00 WIT Selasa, 31 Desember 2024, bunyi kembang api sudah terdengar di langit-langit Timika.
Di tepi-tepi jalan, orang-orang mulai berkumpul untuk menyaksikan malam kunci tahun yang penuh dengan warna-warni ledakan kembang api di langit. Euforia menyambut tahun baru 2025 dengan rentetan ledakan kembang api itu terus menggema tanpa henti hingga pukul 24.59 WIT menuju pukul 00.00 WIT pertanda akhir dari tahun 2024.
Disitulah, kondisi paling ekstrim terjadi di tengah-tengah sebagian besar ruas jalan utama dan lorong-lorong kecil di Mimika. Meski banyak yang memilih untuk menyambut tahun baru dengan acara bakar-bakar bersama keluarga, kerabat dan teman dekat, banyak juga yang meledakkan petasan di langit-langit Timika.
Namun, selain mengarahkan petasan ke arah langit, ada juga sebagian orang yang justru mengarahkan petasan secara datar ke tengah jalan, banyak juga yang secara sengaja melempar petasan ke tengah jalan saat kendaraan roda dua maupun roda empat sedang melintas.
Kondisi ini selain membahayakan manusia karena terkena ledakan petasan, juga dapat memicu terjadinya gangguan kamtibmas. Alhasil, banyak pengendara roda dua dan pengemudi roda empat yang terpaksa berhenti. Namun, kendaraan yang terlanjut melintas terpaksa dihantam ledakan petasan.
Bela, seorang pengendara roda dua mengaku takut dengan suasana di jalan yang menurutnya sudah tidak lagi nyaman. Alasan malam pergantian tahun membuat warga mengabaikan hak-hak orang lain. Ia kesal karena sebelumnya saat melintas di beberapa ruas jalan yang lain sempat terkena ledakan petasan, percikannya berhamburan mengenai kaki kirinya.
Kasus yang turut menyeret nama mantan Sekretaris DPR Papua berinisial JJ tersebut kini memasuki tahap…
Menurutnya, usai mendapat laporan masyarakat anggorta dari Polres Jayawijaya langsung merespon ke lokasi tersebut dan…
Prinsip kesetaraan di mata hukum dan tata kelola pemasyarakatan menjadi komitmen utama manajemen Lapas…
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayawijaya memastikan musim kemarau panjang sangat mempengaruhi inflasi di daerah.…
Kepala Dinas Pendidikan Kaleb Asso S.PD, M.PD menyatakan menyikapi situasi keamanan saat ini di Kabupaten…
Dalam aksi tersebut, para karyawan menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan kondisi ketenagakerjaan di perusahaan.…