Categories: FEATURES

Terkendala APBD dan Masalah Adat, Peninggian Jalan Kali Konya Mandek

Mengintip Rencana Peninggian Jalan Konya Untuk Mengatasi Genangan Air

​Rencana peninggian jalan sepanjang kurang lebih 200 meter di bantaran Kali Konya, Kampung Konya, hingga kini belum dapat direalisasikan secara maksimal. Proyek infrastruktur kolaborasi ini terhenti di tahap pembersihan saluran air, karena menunggu kepastian material dari Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura serta dibayang-bayangi kendala sosial.

Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura

Rencana penataan dan peninggian jalan di Konya ini sebenarnya sempat disambut antusias oleh masyarakat Kampung Konya. Selama ini warga mengeluhkan kondisi jalan pinggir kali yang masih berupa tanah merah berbatuan, licin, serta tergenang air saat hujan turun sehingga melumpuhkan akses mobilitas harian.

   Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua, sudah bersedia membantu pembangunan jalan tersebut, namun dari pihak Pemkot Jayapura, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum, belum ada tanda-tanda kesiapan untuk bersama-sama membangun jalan ini.

Nella Imbab (foto:Jimi/Cepos)

   “Disepakati, kita mau bikin jalan ke situ. Kita maksudnya bukan BWS, bukan cuma BWS, tetapi dengan Pemkot Jayapura. Karena kan tugas bikin jalan bukan kita (BWS), kita hanya bantu atau kerja yang kita punya,” ungkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air 2 BWS Papua, Nella Imbab, di Kotaraja, Senin (31/8).

    Proyek ini difokuskan pada perbaikan dan peningkatan kualitas badan jalan yang sudah ada agar tidak tergenang saat debit air meningkat. Dalam kesepakatan awal, BWS Papua bertugas menyiagakan alat berat dan kawat bronjong secara gratis, sementara Pemkot Jayapura menanggung tanah timbunan serta batu untuk pengisi bronjong.

   Untuk memuluskan langkah di lapangan dan mengantisipasi gejolak dengan masyarakat adat, Pemkot Jayapura saat itu telah menunjuk seorang anggota DPR Kota Jayapura, Rudi Mebri, untuk menjembatani komunikasi. Namun hingga kini BWS Papua belum bisa menurunkan alat berat peningkat jalan karena material timbunan tak kunjung disediakan.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

​Dibatasi Waktu, Tiap OPD Diminta Segera Lakukan Aksi dan Evaluasi

  Karena itu Rustan, mengingatkan para pimpinan OPD bahwa dokumen DPPA yang diterima bukanlah sekadar…

54 minutes ago

BPN Papua Tekankan Perlindungan Lahan Pangan dan Tanah Adat

   Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Papua Roy Wayoi di Jayapura, Jumat, mengatakan perlindungan lahan…

2 hours ago

Pemkot Jayapura Dorong Peran Pemuda Melestarikan Budaya Lokal

   Selain fokus memperkuat kerja sama antardaerah, Abisai menggarisbawahi pentingnya melibatkan generasi muda dalam upaya…

3 hours ago

Lindungi Lumbung Pangan Muara Tami dari Alih Fungsi Lahan

    ​Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM, menegaskan bahwa Perda…

4 hours ago

Pemprov Papua Tingkatkan Pemerataan Energi dan Tata Kelola Tambang

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua terus meningkatkan pemerataan akses energi dan membenahi tata kelola pertambangan sebagai…

5 hours ago

​BOSDA Beda dengan BOS Reguler dari Pemerintah Pusat

  Menurutnya, BOSDA merupakan bantuan khusus kepada sekolah daerah yang pendanaannya bersumber langsung dari Dana…

6 hours ago