

Gubernur Papua Matius D.Fakhiri saat melakukan sidak di gudang beras Bulog beberapa waktu lalu. Salah satu langkah untuk mengendalikan inflasi, yakni dengan sidak untuk memastikan harga dan stok bapok aman. (foto:Dok/Cepos)
JAYAPURA – Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat menyiapkan stok beras sebanyak 27.900 ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir 2026 Pimpinan Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat Ahmad Mustari, mengatakan, dari jumlah tersebut sebanyak 11.900 ton beras berada di gudang Bulog, sementara sekitar 16.000 ton lainnya masih dalam perjalanan dan proses pembongkaran.
“Berdasarkan data per Senin (21/9) di mana jika masuk semua di dalam gudang maka ada 27.900 ton sehingga ini dipastikan mencukupi stok akhir tahun ini,” katanya di Jayapura, Kamis (25/9).
Menurut Mustari, pihaknya juga terus menjaga ketersediaan beras agar stok di gudang tidak kosong, mengingat adanya penyaluran bantuan pangan, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih berlangsung serta persiapan menghadapi musim kekeringan.
“Selain itu, stok beras tersebut juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan ASN, TNI dan Polri serta mengantisipasi kebutuhan akibat bencana alam,” ujarnya.
Page: 1 2
Papua Surgical Update (PSU) 2026 ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari dokter spesialis,…
Pares menyatakan, Komisi C secara penuh mendukung langkah tegas Pemkot Jayapura dalam menertibkan area pasar.…
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua dan Maluku Ispiani…
Untuk memastikan roda organisasi dan pelayanan akademik tidak terhenti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan…
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong pelayanan pertanahan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok melalui…
Abisai menilai, kearifan lokal dan berbagai potensi yang dimiliki setiap kampung merupakan kekayaan yang…