Categories: EKONOMI BISNIS

Stok Minyak Goreng Mulai Menipis

Berharap Pasar Tradisional Juga Dapat Jual Satu Harga

JAYAPURA- Stok minyak goreng di pasar tradisional dan toko-toko yang tidak bisa menjual satu harga ini mulai kosong. Hal ini dikarenakan distributor minyak goreng lebih dominan menjual di ritel modern yang satu harga karena sudah ada kerjasama dengan Aprindo.

“Stok minyak goreng kita sudah mulai terbatas ada beberapa merek sudah habis kita tidak bisa membeli di distributor karena di distributor juga lebih diutamakan di ritel modern yang satu harga karena ada kerjasama dengan Aprindo, jadi kita toko yang tidak ada kerja sama ya tidak bisa berbuat banyak sementara masyarakat juga butuh minyak goreng 1 harga yang bisa dijual di semua toko pasar tradisional tidak hanya di ritel modern supaya ada keadilan,”ungkap Agung salah satu karyawan di Toko Mekar Sari Entrop, Selasa (22/2)

Menurutnya memang masyarakat masih ada yang membeli minyak goreng tidak satu harga di tokonya namun tentu hari ini juga berpengaruh terhadap konsumen lainnya bisa lebih memilih membeli di ritel modern.  Ia berharap pemerintah bisa adil mengeluarkan kebijakan bisa dirasakan semua masyarakat tidak hanya ritel modern saja.

Hal senada juga di katakan, H.Mansur pemilik kios Makmur di Pasar Sentral Hamadi, ia dia mengaku saat ini memang stok minyak goreng di agen sudah mulai berkurang akibat adanya minyak goreng satu harga yang dijual di ritel modern sehingga lebih dominan para distributor menjual minyak goreng satu harga di ritel modern karena adanya kerjasama dengan Aprindo.

Sementara pedagang tradisional dan toko-toko kecil di Kota Jayapura yang tidak bisa berhubungan langsung dengan distributor karena tidak dibawah naungan Aprindo sangat sulit mendapatkan minyak goreng satu harga. Bahkan dalam mau membeli saja sangat susah.

Hal ini tentu bisa berdampak pada kepanikan warga dalam membeli minyak goreng satu harga yang dipusatkan di ritel modern.  “Kami berharap minyak goreng satu harga bisa diterapkan di seluruh toko dan pasar tradisional karena ini ibu kota Provinsi Papua sehingga ini juga harus dipikirkan jangan hanya berfokus di ritel modern apalagi dengan adanya ritel modern nasional membuka cabang di kota Jayapura tentu ini akan berdampak pada omset penjualan di Pasar tradisional maupun kios-kios kecil dan toko lokal di jayapura.(dil/gin).

newsportal

Recent Posts

BTM Soroti Fair Play, Desak Evaluasi Wasit dan VAR di Liga 2

Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…

2 days ago

Sayangkan Aksi Demo yang Berdampak Libur Sekolah

ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…

2 days ago

Wamenkes: 90 Persen Kasus Malaria Nasional Berasal dari Papua

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…

2 days ago

Pemkot Pastikan Penyaluran Bantuan Pangan Tepat Sasaran

Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…

2 days ago

Tanah Diselesaikan Sesuai Prosedur, Bupati Mohon Sekolah Jangan Dipalang

Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…

2 days ago

Provinsi Papua Pegunungan Dapat Porsi Dana Otsus Paling Kecil

"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…

2 days ago