

Suasana penjualan beras di Pasar Sentral Hamadi, Selasa (20/8) kemarin. (FOTO:Yohana/Cepos)
JAYAPURA – Bulog Papua dan Papua Barat memastikan tetap melaksanakan program stabilisasi harga beras, dengan terus menyuplai beras SPHP, baik di pasaran maupun di ritel modern. Hal tersebut diungkapkan Pimpinan Wilayah Perum Bulog Papua dan Papua Barat Ahmad Mustari bahwa penyediaan beras SPHP tetap jalan untuk stabilisasi harga di pasar-pasar.
“Sampai hari ini sudah disuplai di pasaran baik pasar tradisional, ritel modern maupun RPK, sebanyak 12.661 ton, dari target 20 ribu ton. Untuk 10 Kantor Cabang Bulog baik di Papua maupun Papua Barat, termasuk provinsi baru, “ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (20/8) kemarin.
Diakuinya, untuk batas SPHP sendiri, sudah terserap 63 persen dari total target yang diberikan kepada Bulog Papua – Papua Barat yaitu 20. 000 ton.
Untuk harga beras SPHP juga masih sama, yaitu Rp 13.500/kg. Jadi untuk kemasan 5 kg Rp 67.500, yang mana sebelumnya harga beras SPHP telah mengalami penyesuaian harga pada bulan Juni lalu.
“Untuk stok beras SPHP masih ada dan tersedia baik di pasar-pasar tradisional, RPK Bulog dan juga ritel modern. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, stok beras tetap tersedia dan Bulog terus berupaya menjaga ketersediaan stok, “tandasnya.(ana/ary)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…
Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…
Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…