Categories: EKONOMI BISNIS

Saga Group Dukung Penggunaan QRIS

JAYAPURA – Managemen Saga Group sangat mendukung kebijakan Bank Indonesia supaya masyarakat menggunakan QRIS sebagai salah satu alternatif pembelanjaan non tunai.

General Manager Saga Group, Harus Manuputhy mengatakan, penggunaan QRIS memang sudah lama dikenalkan kepada konsumen, bahkan Saga Group juga sudah memiliki barkot QRIS untuk bertransaksi.

“Kami sangat mendukung penggunaan QRIS, karena ini sangat mempermudah kami dari segi resiko penghitungan, kesalahan penggalian, kecurian dan sebagainya. Dari sisi konsumen juga lebih mudah untuk berbelanja, tidak repot harus menggunakan kartu, cukup dari android saja sudah bisa transaksi dan sebagainya, ” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (20/5) kemarin.

Namun sampai dengan saat ini, transaksi non tunai belum begitu digunakan dengan baik dan masih didominasi transaksi tunai.

Mengingat transaksi non tunai masih didominasi oleh generasi anak muda, sementara yang berbelanja lebih dominan ibu rumah tangga, jadi penggunaan tunai masih cukup tinggi.

“Kami pada dasarnya sangat mendukung penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran karena sangat membantu dan mempermudah. Baik kami sebagai penyedia jasa maupun bagi konsumen, “tandasnya. (ana/ary)

newsportal

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

8 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

9 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

10 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

11 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

12 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

13 hours ago