

Sejumlah pertokoan dan perbankan di jalan utama Jayapura-Sentani yang memilih tutup, Selasa (20/9) (FOTO: Yohana/Cepos)
JAYAPURA – Terkait aksi masa yang melakukan demonstrasi membela Gubernur Papua Lukas Enembe pada Selasa (20/9), nampaknya mempengaruhi sejumlah kegiatan perekonomian di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura yang dari Pantauan Cenderawasih Pos banyak para pengusaha lebih memilih menutup tempat usahanya terutama yang pertokoan yang ada di poros jalan utama Jayapura-Sentani.
Bagai mana tidak terdampak nyaris penjual nasi kuning dan penjual gorengan dan pertokoan di Kabupaten Jayapura maupun Kota Jayapura tidak berjualan.
Ada yang mengaku bahwa edaran demo tidak akan mempengaruhi aktivitas mereka, tetapi nyatanya mereka tidak dapat berjualan karena aksi tersebut.
Seorang Penjual Nasi Kuning di Sentani, Ince Ali menjelaskan, dirinya sangat menyayangkan tidak adanya pemberitahuan bahwa demo membela Gubernur Papua akan seramai itu sehingga aktivitas jualan terganggu.
“Kami mendengar isu demo, tetapi tidak ada yang menyampaikan bahwa nanti masa akan seramai ini, jadi saya tetap putar modal untuk jualan, namun pas mau jualan, kami disuruh bubar karena masa sudah semakin banyak,”Katanya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (20/9) kemarin.
Diakuinya, dengan dampak tersebut jangankan keuntungan kembali modalpun tidak sempat, dirinya berharap kedepannya jika ada aksi demo, info pasti sudah harus diberikan kepada pedagang agar mereka juga tidak rugi.(ana/gin)
Ia menjelaskan, venue peninggalan PON yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua tersebar di…
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan penyampaian pendapat…
Tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua, Juan Omar, Dhafin Khairan Abuhari dan Jeskhiel…
Dari total penerima tersebut, sebanyak 1.970 orang memperoleh Remisi Umum I (pengurangan masa pidana…
Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), mengatakan kemerdekaan Indonesia tidak boleh…
Di satu sisi, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen secara tegas membantah…