

Beras 25 ton hasil panen petani di Merauke yang dikirim ke Pasar Timika. (foto: Yulius Sulo)
MERAUKE– Meskipun Perum Bulog mendatangkan beras dari Surabaya sebanyak 10.000 ton untuk memenuhi jatah beras ASN, TNI Polri dan bantuan beras cadangan pemerintah ke masyarakat, namun Merauke masih bisa mengirim beras hasil panen petani Merauke ke luar Merauke.
Baru-baru ini Badan Karantina Papua Selatan menerbitkan Sertifikat Kesehatan (KT-12) terhadap media pembawa 25 ton beras yang akan dilalulintaskan ke Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
“Betul, ada pengiriman 25.000 kilogram atau 25 ton beras. Karantina lakukan pemeriksaan fisik beras sebelum masuk ke Pasar Timika,” ungkap Harry Soloman, dalam keterangannya diterima media ini, Selasa (117/10/2023).
Beras saat ini menjadi kebutuhan pokok masyarakat yang tinggal di Kota Tambang Timika . Beras memiliki beragam manfaat, salah satunya sebagai sumber karbohidrat yang baik bagi kesehatan tubuh.
Kepala Karantina Papua Selatan Cahyono mengatakan, setiap lalulintas media pembawa tumbuhan, hewan dan produk turunannya dilakukan pemeriksaan oleh pejabat Karantina. “Hal ini untuk memastikan setiap media pembawa dalam keadaan sehat dan aman dikonsumsi oleh masyarakat,” tambah Cahyono. (ulo/ary)
Perhatian tersebut terutama menyangkut aktivitas pembangunan di kawasan yang memiliki potensi rawan bencana, seperti…
Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) memberikan perhatian serius terhadap pernyataan-pernyataan yang disampaikan…
Abisai menegaskan, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara konsisten sesuai standar dan waktu yang…
Gubernur Papua, Matius Fakhiri mengatakan, pembentukan tim dilakukan untuk memastikan kejelasan status dan riwayat…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua membentuk tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru sebagai bagian dari upaya…
Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…