

Seorang karyawati BPR Modern Express saat melakukan transaksi melalui ATM yang tersedia di Kantor BPR Modern Express Cabang Jayapura, Rabu (17/7) kemarin. (foto: Yohana/Cepos)
JAYAPURA – Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Modern Express akui sampai dengan bulan Juni, kinerja BPR alami pertumbuhan positif.
Pasalnya setelah merger, kinerja BPR Modern Express semakin membaik. Hal tersebut disampaikan Kepala Devisi 3 Papua BPR Modern Express, Yules Karlos Maturbongs bahwa kinerja BPR terus mengalami pertumbuhan, seperti halnya pertumbuhan aset posisi semester 1 sebesar Rp 7,1 triliun.
“Pertumbuhan aset Rp 7,1 triliun, naik dari Rp 6,5 triliun pada Desember 2023 lalu, DPK kita mengalami pertumbuhan diangka 8-9 persen, sementara posisi kredit ada pertumbuhan 12 persen, sedangkan untuk NPL kita sangat terjaga yaitu 1,03 persen, ” katanya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (17/7) kemarin.
Pihaknya terus berupaya menurunkan posisi tunggakan kerdit baik kredit produktif maupun konsumtif, dengan menjaga kelancaran kredit secara otomatis menurunkan NPL, yang mana pihaknya berhasil menjaga NLP di angka 1,03 persen.
“Sejalan dengan perkembangan pelayanan, saat ini Bank BPR Modern Express juga menyediakan ATM yang mana penyediaan ATM ini sejalan dengan merger yang telah dilakukan pada tahun 2023 lalu, ” jelasnya.
Diakuinya, dengan adanya penggabungan BPR memberikan gebrakan baru bagi pihaknya dalam melayani masyarakat. (ana/ary)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…
Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…
Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…