

Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana H. Carolina
JAYAPURA – Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana H. Carolina mengatakan, impor Papua pada Agustus 2023 tercatat senilai US$31,12 juta, berupa impor migas senilai US$11,33 juta dan impor non migas senilai US$19,79 juta.
“Dibandingkan Juli 2023, nilai impor Papua mengalami penurunan sebesar 33,61 persen yang dipengaruhi oleh impor migas dan non migas yang mengalami penurunan sebesar 38,76 persen dan 30,26 persen, ” katanya kepada Cenderawasih Pos dalam releasenya, Sabtu (16/9) lalu.
“Total impor kumulatif Papua pada periode Januari-Agustus 2023 senilai US$296,38 juta atau meningkat 2,20 persen bila dibandingkan total impor kumulatif pada periode Januari-Agustus 2022 yang senilai US$289,99 juta, ” terangnya.
Selain itu, nilai impor kumulatif migas Januari-Agustus 2023 senilai US$90,50 juta. Sementara itu, nilai impor kumulatif non migas Papua senilai US$196,88 juta pada periode Januari-Agustus 2023.
Diakuinya, untuk impor 10 golongan non migas utama pada Agustus 2023 tercatat senilai US$14,10 juta atau turun sebesar 40,45 persen bila dibandingkan Juli 2023 yang sebesar US$23,68 juta.
“Golongan barang nonmigas utama dengan nilai impor terbesar adalah golongan Barang dari besi dan baja (HS73) sebesar US$3,90 juta, mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS84) senilai US$2,80 juta, dan mesin/peralatan listrik (HS85) sebesar US$2,64 juta, ” tambahnya.
Secara kumulatif, total nilai impor 10 golongan non migas utama pada periode Januari-Agustus 2023 dibandingkan tahun sebelumnya mengalami peningkatan sebesar 48,85 persen, yaitu dari US$109,85 juta menjadi US$163,51 juta.
“Peningkatan tersebut didorong oleh naiknya nilai kumulatif impor golongan mesin-mesin/Pesawat Mekanik (HS84) tahun 2022-2023 sebesar US$18,07 juta. Sebanding dengan peningkatan nilai impor kumulatif 10 golongan non migas utama, nilai kumulatif golongan non migas lainnya juga mengalami peningkatan sebesar 22,26 persen atau lebih tinggi US$6,07 juta, ” terangnya.
Sementara jika dilihat berdasarkan negara tujuan. Nilai impor dari tujuh negara utama pada Agustus 2023 tercatat sebesar US$27,31 juta atau turun sebesar 27,76 persen dibandingkan nilainya pada Juli 2023 sebesar US$37,81 juta. Sementara impor dari negara lainnya mengalami penurunan dari US$9,06 juta, menjadi US$3,80 juta.
“Total nilai impor kumulatif dari tujuh negara utama pada periode Januari-Agustus 2023 adalah sebesar US$219,71 juta atau lebih rendah 5,47 persen bila dibandingkan dengan nilainya pada Januari-Agustus 2022 yang sebesar US$232,43 juta, ” terangnya.
Ditambahkan, total nilai impor kumulatif dari negara lainnya pada periode Januari-Agustus 2023 mengalami peningkatan sebesar 33,22 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu dari US$57,55 juta menjadi US$76,67 juta. (ana/ary)
Cuaca ekstrem yang melanda dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memicu bencana tanah longsor susulan…
Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, menjelaskan dalam peristiwa tersebut, dua…
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan Depapre akan dijadikan pusat pengembangan sektor perikanan di Provinsi…
"Karena dulu Papua belum dimekarkan menjadi enam provinsi sehingga demo-demo masih terpusat di Kota Jayapura.…
Secara umum kata Finnyalia pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga…
Di Papua, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei tidak hanya menjadi…