Sementara itu, penjual komoditi pertanian dan bumbu dapur yang masih bertahan berjualan di dalam Pasar Otonom Kotaraja, La Ode Ibrahim dan Wa Ode Nur mengaku, adanya kebijakan aturan baru oleh Pemkot Jayapura dalam pengaturan jam operasional jualan pedagang di Pasar Otonom.
Dampak dari penertiban itu kata Ibrahim, pedagang yang biasanya berbelanja ke dalam Pasar Otonom, kini memilih belanja di luar area pasar. Akibatnya, pengunjung menjadi sepi.
“Hal ini diperparah lagi dengan pedagang yang hanya dizinkan berjualan hingga pukul 21:00 WIT. Ini kemudian membuat banyak pencuru yang masuk mengambil barang milik pedagang yang ada di dalam pasar,” ungkapnya.
Ibrahim meminta wali kota dan wakil wali kota yang baru, bisa mengatur Pasar Otonom Kotaraja lebih baik ke depan.
Sementara itu, harga cabai rawit lokal terpantau melambung tinggi, Rp 100 ribu/kg. Hal ini dipicu tidak adanya pengiriman dari luar Papua. Sedangkan harga tomat yang sebelumnya Rp 40 ribu-Rp 50 ribu/kg, turun menjadi Rp 24 ribu/kg. (dil/fia)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Untuk mencapai pintu rimba, kami memilih menggunakan kendaraan milik warga. Pilihan ini bukan tanpa alasan.…
BPS Provinsi Papua, Emi Puspitarini, di Jayapura, Senin, mengatakan komoditas kayu masih menjadi penyumbang terbesar…
Ia menjelaskan bahwa kawasan hutan bakau di Jayapura, khususnya di wilayah Hamadi hingga Holtekamp, memiliki…
Ujian ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, dimulai sejak, Senin 4 Mei hingga Kamis, 7…
Menurutnya, kelulusan merupakan awal dari harapan baru bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang…
Kericuhanpun tak terhindarkan, aparat harus menghindari lemparan batu sambil melepas tembakan gas air mata. Dari…