Categories: EKONOMI BISNIS

Ritel Modern Menjamur, Pedagang Tradisional Menjerit

Pemerintah Harus Memproteksi

JAYAPURA-Hadirnya ritel modern nasional seperti Alfamidi, SRC, dan Saga Supermarmet yang banyak cabangnya di Kota Jayapura hal ini tentu sangat mempengaruhi para pedagang pasar tradisional, toko atau kios. Oleh sebab itu diharapkan pemerintah dapat mengontrolnya.

Bayu selaku penjual sembako di Kios 062 Pasar Sentral Hamadi, mengaku memang adanya ritel modern yang sudah banyak hadir di Kota Jayapura tentu sangat berpengaruh terhadap eksistensi pedagang tradisional di pasar, maupun kios dan toko lokal.

Menurutnya, memang saat ini belum terlihat ada penurunan atau tidak karena memang saat ini omzet penjualan semua pedagang di Pasar Tradisiona memang mengeluh sepi hal ini dikarenakan triwulan pertama awal tahun memang perputaran  uang belum maksimal akibat kegiatan pemerintah belum jalan maksimal.

Bayu menjelaskan, adanya ritel modern yang masuk ke Kota Jayapura tentu akan berdampak pada eksistensi pedagang pasar tradisional karena pelayanan sudah beda, tempatnya bersih di ritel modern, harga sudah beda karena pasti selalu ada promo dan member yang diberikan diskon menarik.

Sehingga jika lama kelamaan kalau pedagang tradisional, kios dan toko tidak bisa berinovasi tentu akan semakin terkikis.

“Saya harap pemerintah juga bisa memproteksi kehadiran ritel modern jangan semakin banyak supaya kami juga bisa bertahan,”ujarnya, Rabu (16/2) kemarin.

Hal senada juga dikatakan H. Mansur pemilik kios Makmur yang ada di Pasar Sentral Hamadi, Mansur mengakui, adanya ritel modern memang membantu pemerintah dalam membuka tenaga kerja baru, memberikan PAD kepada pemerintah dan membuktikan pembangunan di kota ini semakin maju serta berkembang.

Namun disatu sisi dengan adanya ritek modern yang sudah masuk di Kota Jayapura tentu akan berdampak pada pasar tradisional, toko dan kios lokal, dimana masyarakat akan lebih senang berbelanja di ritel modern karena tempatnya lebih nyaman, bersih, harga kompetitif dan banyak promo menariknya.

Namun disatu sisi, pedagang di pasar tradisional, kios dan toko juga banyak membantu masyarakat supaya bisa membuat perputaran uang lebih banyak. Tapi jika hanya mengandalkan di ritel modern tentu sedikit.

Selain itu, kehadiran ritel modern dalam penarikan pajak ataupun administrasi lainnya satu paket dilakukan setiap tahun sekali tapi jika di pasar tradisional setiap hari ada retribusi kebersihan, sewa tempat dan lainnya jadi jika dikumpul kumpul juga malah justru lebih banyak.

Oleh karena itu, pemerintah harus bisa memberikan proteksi dan program kepada pelaku usaha lokal bisa tetap bertahan dan eksis (dil/gin).

newsportal

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

5 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

13 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

14 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

16 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

17 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

18 hours ago