

Okupansi sejumlah hotel di Kota Jayapura, sejak Januari hingga saat ini belum menggeliat dibanding tahun 2024, Kamis (9/10). (FOTO:Priyadi/Cepos)
JAYAPURA -Okupansi perhotelan di Jayapura, sejak Januari hingga Oktober Tahun 2025, belum mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2024. Hal ini dikatakan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Papua, Abdul Rajab, Kamis (9/10).
“Secara general, masih belum ada peningkatan jika dibandingkan dengan tahun lalu,”jelasnya.
Diakui, usaha perhotelan tak seperti dulu. Ini disebabkan beberapa faktor. Pertama, adanya pemekaran daerah otonom baru membuat jumlah pengunjung maupun kegiatan yang dilakukan pemerintah daerah di daerah DOB yang tidak lagi dilaksanakan di Papua, khususnya di Jayapura.
Kemudian, adanya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat hingga daerah juga mempengaruhi kegiatan yang dilaksanakan pemerintah di hotel.
Page: 1 2
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…
Prarekonstruksi memperagakan rangkaian dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Proses tersebut turut disaksikan…
Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan surat edaran gubernur yang baru untuk memperkuat pengawasan masuknya telur antarpulau…