

JAYAPURA – Perluas jangkauan pelayanan ke masyarakat, Saga segera hadir di Tanah Hitam dan akan diresmikan pada Juli mendatang.
General Manager Saga Ritel Grup, Harris Manuputty mengatakan hadirnya Saga Tanah Hitam untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di sekitar Tanah Hitam dalam memenuhi kebutuhan berbelanja.
“Kehadiran Saga Tanah Hitam agar lebih merata pelayanan yang kami berikan kepada masyarakat, apalagi di Tanah Hitam Saga belum ada, jadi kita hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen,”ucapnya, Rabu (11/6).
Sambungnya, tidak hanya di Tanah Hitam, nantinya Saga juga akan buka di beberapa titik di Jayapura. Saat ini ma,sih dalam pembangunan seperti di Nimbokrang, Kabupaten Jayapura. Bahkan ke depan, saga akan berada di Taja, dan Senggi.
“Hadirnya Saga juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, karena menyerap tenaga kerja lokal di daerah tersebut. Termasuk membantu pelaku UMKM atau petani dalam membeli produk yang dihasilkan, juga menyumbang PAD untuk pemerintah setempat,” ujarnya.
Selain itu kata Harris, Managemen Saga Ritel Grup juga mempunyai program Corporate Social Responsibility (CSR) yang diberikan setiap triwulan sekali baik untuk anak panti asuhan, pondok pesantren, Lansia dan lainnya.
“Kehadiran Saga tidak hanya mencari profit, melainkan memberikan kontribusi kepada masyarakat dan pemerintah,” pungkasnya.(dil/fia).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…