Categories: EKONOMI BISNIS

Terkendala, 18 Kontainer Ekspor Belum Terisi

Aktivitas bongkar muat kontainer di Pelabuhan Jayapura, Jumat (12/4) kemarin. Ekspor kayu yang mengalami kendala berdampak pada belum terisinya 18 kontainer ekspor kayu yang didatangkan oleh PT.SPIL.( FOTO : Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Sudah sebulan lebih, 18 kontainer ekspor kayu yang didatangkan oleh  PT. SPIL sampai saat ini masih belum keluar dari Pelabuhan Jayapura, karena proses pengiriman ekspor kayu dari Jayapura mengalami kendala.

 Pimpinan Cabang SPIL Jayapura Bambang Sunardi  mengatakan, kontainer ekspor memang khusus pihaknya datangkan langsung dari luar negeri, karena permintaan dari pihak distributor kayu ekspor. Namun 18 kontainer tersebut sampai dengan saat ini belum terisi.

“Sampai dengan saat ini kontainer ekspor yang kami datangkan sudah sebulan di Pelabuhan Jayapura, semenjak ekspor kayu terkendala. Sekarang kami lebih dominan melayani pengiriman minyak kelapa sawit atau yang sering dikenal dengan CPO (Crude Palm Oil),’ ungkap Bambang kepada Cenderawasih Pos, Jumat (12/4) kemarin.

 Diakuinya, selain CPO pihaknya juga melayani pengiriman besi tua dari Jayapura, akan tetapi yang paling dominan adalah CPO. Khusus untuk Papua memiliki banyak potensi yang belum digali. Pihaknya dalam melayani jasa angkutan untuk ekspor maupun antar pulau sudah sangat siap, akan tetapi komoditinya yang belum disiapkan.

“Dalam sebulan jumlah kontainer yang masuk ke Jayapura khusus untuk kami SPIL sebanyak 1.800 – Rp 2.000 kontainer, akan tetapi kontainer yang kembali dengan muatan hanya sebanyak 20 persen dari jumlah 1.800-2.000 kontainer. Hal ini mengingat di Papua merupakan daerah konsumtif sehingga lebih banyak mendatangkan produk ketimbang menjual kembali,” jelasnya.

 Lanjutnya, untuk 20 persen kontainer yang teriisi setiap bulannya, disumbangkan oleh CPO yang biasanya terisi 20 kontainer setiap bulan. Belum ditambah dengan besi tua dan kayu, akan tetapi saat ini ekspor kayu terkendala dan secara otomatis akan sangat mempengaruhi penurunan jumlah ekspor ke luar Papua. (ana/ary)

newsportal

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

9 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

17 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

18 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

20 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

21 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

22 hours ago