Categories: BERITA UTAMA

Puncak Jaya Siaga Satu

BINCANG-BINCANG: Kapolres Puncak Jaya, AKBP. Ary Purwanto bersama Dandim 1714/Puncak Jaya, Letkol Inf. Agus Sunaryo saat memberikan imbauan kepada sejumlah pengendara ojek di Puncak Jaya, kemarin. Polres Puncak Jaya for Cepos

JAYAPURA-Pasca kontak senjata antara aparat Kepolisian dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di dekat Mulia, seminggu yang lalu, situasi di Kabupaten Puncak Jaya dinyatakan siaga satu. 

Kapolres Puncak Jaya, AKBP. Ary Purwanto mengatakan, dalam kontak senjata tersebut, satu orang anggota KKB dari kelompok Yambi tewas terkena tembakan. “Untuk mengantisipasi serangan balik KKB, aparat gabungan TNI dan Polri meningkatkan kesiapsiagaan dengan patroli, razia dan sweeping. Yang sebelumnya 1 hingga 2 kali dalam sehari, kini menjadi 3 atau 4 kali dalam sehari,” jelasnya saat dihubungi Cenderawasih Pos, Kamis (11/4). 

Peningkatan kesiapsiagaan ini menurut Ary bukan semata-mata untuk mengantisipasi kemungkinan adanya ancaman KKB, tetapi hal ini berkaitan dengan pengamanan sebelum pelaksanaan Pemilu Serentak Tahun 2019 yang akan dilaksanakan 17 April mendatang. 

“Hal ini juga sekaligus mempersempit ruang gerak kelompok yang akan menganggu situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polres Puncak Jaya,” bebernya.

Menurut Ary, anggota di Puncak Jaya mendapatkan serangan KKB hampir setiap harinya. Oleh sebab itu, pihaknya senantiasa mengantisipasi serangan-serangan tersebut dengan melakukan patroli, razia dan sweeping yang ditingkatkan.

“Di sini (Puncak Jaya, red) setiap hari anggota siaga. Ini untuk mengantisipasi serangan balik terhadap  dirinya. Hal ini sudah sampaikan kepada seluruh anggota untuk meningkatkan kewaspadaan, baik peningkatan kewaspadaan di Mako maupun ke waspadaan saat anggota patroli,” tegasnya. 

“Intinya kami meningkatkan kewaspadaan, dan tidak boleh anggota pergi sendirian. Tidak boleh anggota keluyuran di malam hari,” sambungnya.

Selain itu, dirinya juga mengimbau kepada masyarakat khususnya tukang ojek untuk senantiasa berhati-hati saat membawa  ataupun mengantar penumpang yang jauh dari pusat kota. Dirinya juga meminta agar pengendara ojek tidak lagi menerima orderan ojek di atas pukul 18.00 WIT.

“Jika ada yang mengacaukan Pemilu ataupun membatalkan Pemilu maka akan ditindak tegas secara terukur,” tutupnya. (fia/nat) 

newsportal

Recent Posts

Komnas HAM Diminta Selidiki Kasus Tiga Warga Sipil

Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…

18 hours ago

Pemkot Siap Tegakkan Perda yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…

1 day ago

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

1 day ago

Jalur  Utara Papua Jadi Prioritas Konektivitas Daerah

Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…

1 day ago

Transparansi dan Pelayanan Publik di BPN Dinilai Buruk

Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…

1 day ago

Tiga Kali Setubuhi Anak Dibawa Umur, Pria 44 Tahun Diringkus

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…

1 day ago