

Dari Januari –Pertengahan Maret Turun 30 Persen
SENTANI- Kepala Bandar Udara (Kabandara) Sentani, Antonius Widyo Pramono, mengungkapkan bahwa mulai Januari hingga pertengahan Maret 2019 terjadi penurunan penumpang yang cukup singnifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menurut Antonius, penurunan ini memang sudah biasa terjadi di awal-awal tahun baru usai hari raya Natal dan Tahun Baru, tetapi untuk tahun ini memang perunurunannya cukup drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Sejak penurunan penumpang bulan Januari sampai dengan saat ini terjadi penurunan jumlah rata-rata sebesar 30% dibandingkan dengan tahun 2018 yang lalu di bulan yang sama,” ungkapnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (11/3).
Lanjutnya, penurunan penumpang yang terjadi di bandara sentani meliputi penumpang yang pergi maupun penumpang yang datang.
Walaupun terjadi penurunan penumpang, kata Antonius, pihaknya di Bandara Sentani tetap melakukan pelayanan seperti biasanya.
“Kalau sebelum penurunan penumpang itu rata-rata antara 5 ribu sampai 6 ribu penumpang setiap harinya, sekarang turun menjadi 30%, sehingga jumlah penumpang yang berangkat setiap hari rata-rata hanya 3,5 ribu sampai 4 ribu penumpan,” ujarnya.
Pihaknya prediski penurunan jumlah penumpang ini sampai bulan Maret. Nanti bulan April, Mei sampai Lebaran sudah meningkat dan normal lagi,” pungkasnya. (bet/ary)
Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…
Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…
Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…
Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…
Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…
Kasus pembacokan yang terjadi di pertengahan Jalan Kampung Dagimon ini sempat menggegerkan warga Kota Kepi.…