Categories: EKONOMI BISNIS

Tunggakan Listrik Capai Rp 19,6 M, PLN Siap Lakukan Tindakan Tegas

Salmon Kareth (FOTO : Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Tunggakan rekening listrik PLN Unit Pelaksanaan Pelayanan Pelanggan (UP3)  Jayapura yang cukup tinggi, membuat PLN ke depan akan mengambil langkah tegas, dengan mengharuskan pelanggan untuk mengganti listrik pasca bayar dengan listrik prabayar.

 Manager PLN Unit Pelaksanaan Pelayanan Pelanggan (UP3)  Jayapura Salmon Kareth mengatakan, sampai posisi Desember 2018 lalu, tunggakan listrik UP3 Jayapura mencapai Rp 9,8 miliar. Sedangkan untuk posisi Januari mencapai Rp 14 miliar dan Februari mencapai Rp 19,6 miliar.

“Dari total Rp 19,6 miliar tersebut terbagi dari masing-masing pelanggan yaitu untuk pelanggan umum sebanyak Rp 5,8 miliar, TNI/Polri Rp 9 miliar akan tetapi tagihan TNI/Polri merupakan tagihan terpusat sehingga pembayarannya akan langsung melalui kantor pusat. Sedangkan untuk pelanggan vertikal Rp 826 juta, pelanggan khusus sebesar Rp 3,8 miliar dan BUMN Rp 3 jutaan,”ungkap Salmon kepada Cenderawasih Pos, Selasa (12/3) kemarin.

 Tunggakan listrik tersebut sudah termasuk seluruh wilayah Jayapura yang meliputi Kabupaten Sarmi, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Abepura dan Kota Jayapura dengan total pelanggan umum sebanyak 26.591 lembar, TNI/Polri 12.335 lembar, Vertikal 80 lembar  dan pelanggan khusus sebanyak 923 lembar serta BUMN 2 lembar total tunggakan rekening sebanyak 39.931 lembar rekening yang menjadi tunggakan sampai bulan Februari 2019.

“Kami dari PLN sangat mengharapkan pelanggan membayar tagihan listrik tepat waktu, yang mana tunggakan listrik ini diluar dari pelanggan prabayar. Ke depan kami akan melakukan penertiban bagi para pelanggan pasca bayar untuk membayar listrik. Jika tidak maka kami akan memindahkan rekening pelanggan dari pasca bayar menjadi prabayar,” jelasnya.

 Diakuinya, dengan demikian diharapkan pelanggan akan lebih sadar dan tertib dalam mengatur pemakaian listrik sesuai dengan kebutuhan,  

 Ditambahkan, dalam penggunaan listrik prabayar, pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara langsung ke lapangan. “Hal ini kami lakukan guna menghindari hal-hal yang tidak menyenangkan dalam hal ini pencurian listrik atau semacamnya, karena efeknya ke depan akan sangat merugikan pelanggan itu sendiri,” imbuhnya.(ana/ary)

newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

3 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

4 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

5 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

6 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

7 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

8 hours ago