Categories: EKONOMI BISNIS

Mesin Rusak dan Pembeli Lesu, Produksi Sari Buah Merah Dihentikan Sementara

JAYAPURA – Produksi sari buah merah Papua, milik I Made Budi dihentikan sementara akibat kerusakan mesin produksi dan menurunnya daya beli masyarakat.

“Untuk sementara kami istirahat dulu karena mesin rusak dan pembeli juga lesu. Keadaan ekonomi belum mendukung,” ujar Made, Rabu (9/7).

Sebelum masa sulit ini, produk sari buah merah yang diproduksi Made dikenal kaya manfaat untuk kesehatan. Seperti meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu pemulihan luka cukup diminati hingga ke luar Papua.

Made biasa memproduksi sari buah dalam berbagai bentuk kapsul, cair, hingga minyak. Namun saat ini semua produksi terhenti.

Jika mesin sudah bisa diperbaiki dan kondisi ekonomi kembali membaik, usaha ini dapat kembali berjalan normal. Menurutnya, buah merah mengandung senyawa aktif seperti betakaroten, tokoferol, dan berbagai asam lemak esensial yang sangat bermanfaat untuk tubuh.

“Jika mesin sudah membaik dan pembeli mulai ramai lagi, kami akan lanjut produksi. Potensi buah merah sangat besar, tinggal dukungan dan stabilitas ekonomi saja,” tambahnya.

Produk sari buah merah ini sebelumnya dijual dengan harga bervariasi, tergantung bentuk olahan. Untuk kemasan kapsul atau minyak, harga berkisar dari ratusan ribu rupiah per unit.(dil/fia).

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Wanita Korban Penembakan OPM Akhirnya Ditemukan

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…

10 hours ago

Tiga Distrik di Puncak Alami Krisi Pangan dan Air

Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…

12 hours ago

Ratusan Murid SMAN 5 Jayapura Diduga Keracunan MBG

Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…

14 hours ago

BGN Sikat Rekening Janggal di 414 SPPG

Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…

20 hours ago

Siap-siap, Puncak Kemarau 2026 Tiba

Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…

22 hours ago

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

2 days ago