

Banjir, Harga Cabai dan Tomat Meroket
JAYAPURA-Banjir yang melanda sebagian lahan pertanian Koya Timur, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura maupun di Arso di Kabupaten Keerom mengakibatkan harga komoditi pertanian di Kota Jayapura meroket.
Dari pantauan Cenderawasih Pos di Pasar Baru Youtefa, komoditi pertanian seperti cabai dan tomat yang dipasok dari Koya dan Arso mengalami kenaikan harga.
Emmy salah seorang pedagang pertanian di Pasar Baru Youtefa mengakui adanya kenaikan harga komoditi pertanian. Kenaikan harga ini menurut Emmy sudah terjadi sejak dua minggu terakhir.
Kenaikan harga komoditi pertanian lokal seperti cabai dan tomat menurut Emmy tidak terlepas dari kondisi banjir yang terjadi di Koya dan Arso.
“Semua komoditi pertanian mengalami kenaikan harga. Namun yang paling signifikan naiknya adalah tomat dan cabai rawit. Kami kewalahan embeli hasil pertanian dari petani, khususnya cabai rawit dan tomat,” ungkap Emmy kepada Cenderawasih Pos, Rabu (10/2).
Dikatakan, cabai rawit yang dibeli dari para petani dipatok dengan harga Rp 90 ribu perkilogram. Oleh sebab itu, pihaknya terpaksa menjual dengan harga Rp 100 ribu/Kg.
“Selain cabai rawit, harga tomat juga naik dari sebelumnya Rp 8 ribu/Kg menjadi Rp 25 ribu/Kg. Stok ada, hanya harga yang sedikit mahal,” ucapnya.
Cabai keriting dan cabai besar menurut Emmy, juga mengalami kenaikan harga. Untuk cabai keriting, harganya saat ini Rp 70 ribu/Kg naik Rp 10 ribu dari harga sebelumnya Rp 60 ribu/Kg. Demikian pula dengan harga cabai besar mengalami kenaikan Rp 10 ribu dari sebelumnya Rp 50 ribu/Kg menjadi Rp 60 ribu/Kg.
Senada dengan Emmy, Alan pedagang komoditi pertanian di Pasar Baru Youtefa juga mengakui adanya kenaikan harga komiditi pertanian. “Banjir yang terjadi dua bulan terakhir ini sangat memengaruhi harga jual komoditi pertanian,” ungkapnya.
Alan mengaku cukup kewalahan menjual cabai dan tomat khususnya yang didatangkan dari Koya dan Arso. “Kami kewalahan menjual stok cabai lokal maupun tomat lokal. Kalau cabai lokal harganya naik dari Rp 70 ribu/Kg menjadi Rp 100 ribu/Kg. Demikian pula tomat lokal naik dari Rp 8 ribu/Kg menjadi Rp 25 ribu/Kg,” tuturnya.
Untuk cabai, Alan mengaku bisa mendatangkan dari Makassar dengan harga yang seidkit miring. Namun untuk tomat, menurut Alan cukup berisiko apabila didatangkan dari luar Papua.
“Kalau tomat risikonya kalau kami datangkan dari luar bisa hancur atau rusak. Untuk cabai bisa kami datangkan dari Makassar dengan harga Rp 80-90 ribu/Kg. Sementara komiditi pertanian lainnya seperti bawang putih, bawang merah dan sayur-sayuran relatif stabil,” tutupnya. (ana/nat)
Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Kota Jayapura, kecolongan. Enam orang tahanan kasus…
Menurutnya, pengurus yang bergabung dalam organisasi olahraga harus memiliki tujuan yang sama, yakni membangun prestasi…
Siapa sangka, berawal dari modal nekat pasca-menganggur, produk hiasan dinding dan kaligrafi estetik buatannya kini…
Prestasi ini bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan simbol keberhasilan masyarakat Tolikara dalam membangun masa depan…
Usman mengaku rumahnya digeledah selama kurang lebih 30 menit. Dalam proses tersebut, ia mengklaim mendapat…
Zulhas menghitung bahwa jika penyelewengan ini terus berlanjut selama satu tahun, kerugian negara dapat mencapai…