Categories: EKONOMI BISNIS

TPID Terus Awasi Stok dan Harga Bawang Putih

Muslika, penjual komoditi pertanian di Pasar Central Elekronik   saat memperlihatkan stok bawang belum lama ini. ( FOTO: Yohana/Cepos)

Harga Naik Tidak Wajar, Siap Lakukan OP  

JAYAPURA – Terkait dengan stok bawang putih yang mulai menipis dan harga yang mengalami kenaikan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) siap melakukan operasi pasar (OP) jika harga bawang putih di luar batas.

 Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, sekaligus Tim Pengendali Inflasi Daerah, Naek Tigor Sinaga mengatakan, sampai dengan saat ini pihaknya masih melakukan pengawasan terhadap kondisi harga dan stok bawang putih yang menjadi isu nasional.

 “Kami melihat kenaikan harga bawang putih saat ini masih di angka batas wajar. Kenaikan harga bawang putih masih di angka 8 persen dari harga normal dan kami harap masyarakat tidak perlu khawatir,”ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (10/2) kemarin.

 Diakuinya,  jika harga bawang putih sudah melebihi harga normal, pihaknya akan melakukan operasi pasar. Jangan sampai kondisi ini sengaja dilakukan oleh tangan-tangan nakal yang melakukan penimbunan stok bawang putih.

 “Kami masih melakukan pemantauan terlebih dahulu terhadap harga bawang putih sebelum melakukan tindakan selanjutnya,”ujar Naek Tigor.

 Sementara itu Kadivre Bulog Papua dan Papua Barat, Sopran Kenedi mengatakan,  sesuai dengan Perpres 48 Tahun 2016 Perum Bulog ditugaskan pemerintah untuk menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga bahan pangan pada tingkat konsumen dan produsen untuk jenis pangan pokok beras, jagung dan kedelai. Sedangkan utuk jenis pangan pokok selain yang ditugaskan tersebut, Pemerintah melalui Menteri dapat menugaskan kepada BUMN  Perum BULOG atau kepada Perum BULOG dengan persetujuan Menteri yang menyelenggaraman urusan pemerintahan di bidang BUMN dan berdasarkan Rapat Koordinasi Terbatas.

 “Sampai dengan saat ini pemerintah belum memerintahkan BULOG atau BUMN lain untuk mengelola persediaan dan stabilisasi harga komoditi bawang putih, sehingga kami juga tidak dapat menyediakan stok bawang putih untuk masyarakat,” terangnya.

 Diakuinya, selain komoditi yang ditugaskan dapat pihaknya penuhi, namun untuk komoditi di luar dari yang ditugaskan maka harus ada permintaan dari pemerintah terlebih dahulu. (ana/ary)

newsportal

Recent Posts

Revitalisasi Penyidikan  29 Proyek Revitalisdasi  Unmus Terus Berjalan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Merauke masih terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi dalam program revitalisasi Universitas…

14 minutes ago

Seharian Duduk di Depan Laptop? Ini Risiko Kesehatan yang Perlu Kamu Tahu

“Sebentar lagi selesai.” Kalimat ini mungkin sering muncul saat sedang mengerjakan tugas atau mengejar deadline.…

44 minutes ago

Elay Giban Resmi Jabat Sekda Definitif Papua Pegunungan

Usai melalui beberapa tahapan test yang dilakukan dari oleh pansel dan BKN, akhirnya Gubernur Papua…

1 hour ago

Bahasa Inggris Ciri Utama Pembelajaran Termasuk Bercerita dan Interaksi dengan Lingkungan

Selama ratusan bahkan ribuan tahun, bumi dan laut telah menghidupi miliaran manusia.  Lebih dari 17…

2 hours ago

21,400 Kg Ganja Dimusnahkan Satgas Pamtas RI-PNG 725/WRG dan Polres Jayawijaya

Komandan Satgas Pamtas RI-PNG 725/WRG Letkol Inf Muhamad Safril menyatakan meskipun saat iniTNI/POLRI sedang diberikan…

2 hours ago

Sering Minum Manis Saat Cuaca Panas? Hati-hati Loh

Kenapa Minuman Manis Kurang Tepat Saat Haus? Saat cuaca panas, tubuh kehilangan banyak cairan melalui…

3 hours ago