

Suasana penjualan minyak kita di Pasar Sentral Hamadi, Rabu (9/8) kemarin. (FOTO: Yohana/Cepos)
JAYAPURA – Terkait pendistribusian minyak goreng merek ‘’Minyak Kita’’ yang sudah masuk baik dari Bulog maupun dari distributor, nampaknya cukup membantu mengontrol harga minyak goreng kita di pasaran.
Namun demikian harga Minyak Kita bervariasi, seperti halnya di pasar tradisional dijual dari harga Rp 16.000 per liter sampai Rp 20.000 per liter. Sementara di Ritel Modern seperti Saga Grup menjual dengan harga Rp 14.000 per liter.
Seperti yang diungkapkan Aldi, pedagang sembako di Pasar Sentral Hamadi bahwa, penjualan minyak goreng tidak dibatasi, dimana harga Rp 17 ribu kemasan 1 liter dan Rp 34 ribu untuk kemasan 2 liter.
“Kami tidak batasi, mau beli perkarton juga kami layani, sementara untuk minyak bermerek seperti Bimoli Rp 25 ribu/liter, Levina Rp 23 ribu/liter, Kunci Mas Rp 24 ribu/liter, ” katanya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (9/8) kemarin.
Sementara untuk retail modern seperti Saga group penjualan Minyak Kita dibatasi satu orang maksimal 2 liter saja.
Hal tersebut diungkapkan GM Saga Group, Haris Manuputhy menjelaskan, penjualan minyak goreng kita di Saga Group maksimal 2 liter perorang dengan harga Rp 14 ribu per liter.
“Tidak boleh lebih dari itu ini kami lakukan agar penjualan Minyak Kita ini bisa merata kepada semua konsumen. Kalau tidak dibatasi takutnya akan ada penyalahgunaan gunaan dalam hal ini dijual kembali dengan harga yang lebih mahal, ” terangnya. (ana/ary)
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…