Hal senada juga dikatakan Dwi, karyawan laundry di Argapura yang mengaku bahwa seiring banyaknya usaha laundry di Jayapura membuat pelaku usaha laundry harus memberikan pelayanan yang maksimal.
Selain itu, memberikan harga yang bisa bersaing, karena jika terlalu mahal maka pelanggan akan kabur. Sehingga tarif laundry di tempatnya seharga Rp 10 ribu-12 ribu/kg.
“Rata -rata kami terima yang reguler, kalau ekpres takutnya hasilnya tidak maksimal. Namun jika ada pelayanan ekpres kami tetap terima,” ujarnya.
Sementara itu salah satu warga, Ariana mengaku dirinya memilih menglaundry pakaiannya lantaran sibuk dengan pekerjaan. Sehingga solusinya adalah laundry.
“Selama ini sudah memiliki langganan laundry belasan tahun, mereka juga bersedia antar-jemput pakaian kotor dan bersih di rumah,” pungkasnya. (dil/fia).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Mimika melancarkan operasi senyap dengan menggerebek sebuah pabrik rumahan…
‘’Selama ini jarang anak-anak kita orang asli Papua yang masuk ke Akmil, Akpol maupun sekolah…
Dewan Pengurus Partai Golkar Papua Selatan melakukan percepatan melakukan konsolidasi untuk menghadapi Pemilu 2029 mendatang.…
‘’Untuk anak tidak sekolah ini, kita dorong melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua, pemerintah kabupaten,…
Bagi Yani, memberikan rasa aman kepada warga adalah harga mati, meski kini ia harus mengandalkan…
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…