Categories: EKONOMI BISNIS

Tidak Perlu Meratapi Perubahan Ekonomi yang Sedang Mengalami Kelesuan

JAYAPURA – Kondisi perekonomian saat ini masih lesu dimana kuartal pertama atau triwulan 1 tahun 2025 pertumbuhan ekonomi di Indonesia tidak mencapai 5 persen. Hal ini dikatakan Ketua Komite Integritas Akademik STIE Port Numbay sekaligus Jayapura Pengamat Ekonomi Dosen Magister Manajemen STIE Port Numbay Jayapura John Agustinus kepada wartawan Cendrawasih Pos, Senin (5/5) kemarin.

Diakui, hampir setiap orang mendambakan bahwa 2025 menjadi tahun yang penuh dengan pengharapan dengan pertumbuhan ekonomi yang baik. Namun adanya efisisensi anggaran pemerintah hal ini berdampak pada sebuah kebijakan melalui efisiensi anggaran dan berpengaruh di masyarakat dunia seakan tampak lelah dengan hadirnya berbagai tantangan besar dalam perekonomian.

Dijelaskan, data pertumbuhan ekonomi RI kuartal I-2025 Ekonomi Indonesia diyakini sulit tumbuh mencapai 5% pada kuartal I-2025. Hal ini dipicu oleh ketidakpastian dari kebijakan dagang Presiden AS Donald Trump yang menekan banyak negara, termasuk Indonesia.

Selanjutnya pertumbuhan ekonomi mencapai 4,94% (year on year/yoy) dan terkontraksi 0,9% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter to quarter/qtq) pada kuartal I-2025. Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih rendah.

Diperkirakan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,91% pada kuartal I-2025. Konsumsi rumah tangga hanya akan tumbuh 4,9% pada kuartal I-2025. Hal ini dipicu oleh pelemahan konsumsi masyarakat. Hal ini ditandai dengan belanja yang berkurang seiring dengan rumah tangga yang mulai menyimpan uangnya.

“Kita tetap perlu melanjutkan kehidupan atau sering disebut: The show must go on. Tidak perlu meratapi perubahan ekonomi yang sedang mengalami kelesuan. Kelesuan perekonomian Indonesia bukan terjadi baru kali ini, seperti Krisis Ekonomi tahun 1997 – 1998, Pandemi Covid 19 bahkan jauh kebelakang di era Orde Lama Indonesia pernah mengalami kasus pemotongan nilai mata uang (sinering).

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

3 Hari Berturut-turut Masyarakat Sipil Diserang

Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…

2 minutes ago

Pola Pengamanan di Papua Bakal Dievaluasi

Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…

1 hour ago

Bupati Silih Berganti Kondisi Jalan dan Selokan Tak Pernah Berubah

Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…

2 hours ago

Serap Keluhan dan Aspirasi Hakim, Mulai Masalah Pengawasan hingga Kesejahteraan

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…

3 hours ago

Sanksi Menanti yang Live Saat Jam Kerja

​Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…

3 hours ago

KNPB Sebut Tak Ada Integrasi Melainkan Pencaplokan Secara Ilegal

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…

4 hours ago