

Gubernur Papua, Matius D Fakhiri menanyakan ketersediaan stok telur kepada salah satu penjual telur di Pasar Hamadi, saat melakukan sidak, Rabu (3/12). (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 dan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu permintaan telur ayam meningkat di pasaran. Bahkan, stoknya mengalami kekosongan dan masih menunggu pengiriman telur antar pulau kiriman Surabaya.
Hal ini disampaikan pengurus asosiasi peternak ayam petelur Papua Ronald, Kamis (4/12). Menurutnya, ini hal biasa dan masyarakat tidak perlu khawatir.
Ronald menjelaskan, menjelang hari besar Natal, Tahun Baru dan Idulfitri biasanya terjadi lonjakan permintaan telur. “Itu sangat normal,”ucapnya.
Dikatakan, pada penjelasan Ronald sebelumnya, produksi telur harian sudah mencukupi untuk kebutuhan normal dan MBG. Biasanya dalam menghadapi lonjakan permintaan pemerintah daerah melalui dinas terkait membuka dan memberikan ijin pemasukan telur Anpu tambahan untuk melayani kenaikan permintaan.
Page: 1 2
"Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan vanili kualitas super asal PNG sebanyak tujuh koli dengan total…
Kepala Kampung Warembori, Steven Samber, meminta Pemerintah Provinsi Papua melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…
Upaya pencarian terhadap korban yang hanyut di Kali Uwe beberapa waktu lalu belum usai. Di…
Menyikapi krisis kemanusiaan ini, Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya bergerak cepat mengambil peran ganda tidak hanya…
Komandan Kodaeral X Jayapura, Mayjen TNI (Mar) Sugianto, secara tegas menyatakan penghentian rencana pembangunan Dermaga…