

Penjual ayam potong lokal melayani pembeli di Pasar Youtefa Abepura (28/11).(foto: Priyadi/Cepos)
JAYAPURA-Harga ayam potong lokal kembali naik di pasaran. Hal ini memicu kekhawatiran pedagang dan pelaku usaha kuliner.
Tekno, salah satu pedagang ayam potong, mengatakan harga ayam yang sebelumnya Rp25 ribu per kilogram kini menjadi Rp26 ribu per kilogram untuk semua ukuran. Kenaikan ini juga dibarengi dengan terbatasnya stok serta ukuran ayam yang cenderung lebih kecil.
“Selain harganya naik, stok juga dibatasi. Ukuran ayam yang masuk rata-rata kecil,” ujarnya, Kamis (4/12).
Menurut Tekno, seluruh pasokan ayam potong lokal berasal dari perusahaan mitra. Peternak hanya bertugas memelihara ayam dari kecil hingga siap panen, sementara jadwal panen dan distribusi ke pasar ditentukan langsung oleh perusahaan.
Ia memperkirakan harga akan kembali naik menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) seiring dengan meningkatnya permintaan serta tambahan biaya operasional pedagang. Namun setelah Nataru, harga biasanya kembali normal.
Hal serupa disampaikan Naldo, pedagang ayam potong lainnya. Ia menegaskan kenaikan harga ayam hidup dari peternak berdampak langsung pada ukuran dan harga ayam yang dijual di pasar.
“Kalau harga ayam potong lokal naik, ukuran ayam makin kecil. Kalau kecil otomatis beratnya turun, dan harganya ikut berubah,” katanya.
Page: 1 2
Namun, dari total 64 klub peserta yang tersebar di 16 grup, baru tiga tim yang…
Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom tak menampik soal pentingnya membangun karakter anak usia dini yang…
Langkah ini diambil guna memastikan anggaran daerah berdampak langsung pada industri domestik dan menekan ketergantungan…
Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Selatan mendorong agar pembahasan perubahan anggaran pendapatan dan belanja…
Menurut dia, total siswa yang mendaftar secara online sebanyak 95 orang yang terdiri dari Kabupaten…
Dalam Amanatnya Bupati Willem Wandik menegaskan, bahwa hari Lahir Pancasila tidak boleh kita pahami hanya…