

Gubernur Papua Matius D Fakhiri dan Gubernur Papua Pegunungan, Jhon Tabo, usai penyerahan aset di kantor gubernur, Senin (29/12). (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua menyerahkan aset bergerak dan tidak bergerak tahap kedua kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, dengan nilai mencapai Rp329,2 miliar. Penyerahan aset tersebut dilakukan di Kantor Gubernur Papua, Senin (29/12).
Gubernur Papua, Matius D Fakhiri mengatakan, penyerahan aset tersebut merupakan kewajiban Pemerintah Provinsi Papua sebagai provinsi induk sejak terbentuknya Provinsi Papua Pegunungan.
“Sebagai provinsi induk, hari ini kami menyerahkan tahap kedua aset bergerak dan tidak bergerak yang berada di wilayah Provinsi Papua Pegunungan. Aset ini merupakan beban Pemerintah Provinsi Papua sehingga wajib diserahkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, aset yang diserahkan meliputi tanah, kendaraan, jembatan, serta jalan yang sebelumnya dibangun oleh Pemerintah Provinsi Papua, baik yang telah selesai maupun yang masih dalam proses pengerjaan.
“Seluruh aset tersebut tidak boleh lagi menjadi milik Provinsi Papua induk karena saat ini telah terbentuk Provinsi Papua Pegunungan,” tegasnya.
Ia menambahkan, masih terdapat beberapa aset yang belum diserahkan dan akan diserahkan secara bertahap ke depan. Untuk daerah otonomi baru (DOB) lainnya, penyerahan aset telah rampung seluruhnya.
“Kami berharap aset yang telah diserahkan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Page: 1 2
Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…
Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…
Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya proyek nasional maupun investasi yang masuk,…
Menurut Dr. Methodius Kossay, data OAP yang akurat dan valid memang sangat krusial dalam menentukan…