Categories: BERITA UTAMA

Anjal Bisa Jadi Beban Negara Dikemudian Hari

JAYAPURA – Puluhan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih (Uncen) mengikut kegiatan “Launching dan Bedah Buku Potret Anak Jalanan. Antara Kenyataan dan Harapan”, Rabu (29/10).

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Fisip itu di hadiri oleh Prof. Dr. Drs. Avelius Lefaan, BA, MS sebagai pengantar, Amoye Pekey, S.sos, M.Si seorang pekerja sosial dan Riko Pekey selaku penulis buku.

Kepada Wartawan usai kegiatan, Prof. Avelius mengatakan bahwa dirinya turut mengapresiasi penulis dalam membuat buku yang berjudul “Potret Anak Jalanan, Antara Kenyataan dan Harapan”. Ia berharap dengan adanya buku tersebut dapat menggugah hati pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama bertanggungjawab atas anak jalanan (anjal).

Menurutnya anak jalanan adalah sekelompok orang atau manusia, yang dimarjinalkan. Secara sosiologis anak jalanan ini telah putus hubungan antara orang tua dana anak. “Ini hanya sekecil tulisan tetapi dapat menggugah hati kita untuk bersama-sama bertanggungjawab atas anak jalanan ini,” kata Prof Ave, Rabu (29/10).

Namun yang tidak kalah penting kata guru besar Uncen itu adalah setiap keluarga harus mendapatkan pendidikan moral, mendapatkan pekerjaan yang baik. Hal ini dilakukan agar masa depan anak tidak terlantar.

Lebih jauh ia mengatakan bertambah anak jalan berada di jalan akan menimbulkan munculnya teori-teori baru dikalangan akademisi terutama mahasiswa di kampus. Karena itu mahasiswa harus memberikan input kepada pemerintah melalui tulisan, skripsi, tesis dan disertasi.

“Sehingga pemerintah dapat mengambil hasil dari konten itu untuk mencari jalan keluar bagaimana kebijakan-kebijakan pemerintah dalam mengatasi anak jalanan. Saya pikir itu yang menjadi tujuan dari seminar buku hari ini,” terangnya.

Meskipun anak jalanan di Papua terkhusus di Kota Jayapura masih tergolong kecil, akan tetapi hingga saat ini penanganan yang dilakukan pemerintah masih menjadi pertanyaan di tengah masyarakat? Dan akan menjadi beban negara di kemudian hari.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Mayat Seorang Wanita Ditemukan di Sekitar Kolam Buaya

Wanita tersebut diperkirakan sudah lanjut usia dan mengenakan jaket berwarna merah marone dan celana panjang…

16 minutes ago

Orang Tua Siswa Minta Kampus Tegas

​"Sebenarnya aksi ini sudah berakhir beberapa hari lalu. Hanya karena kelalaian lembaga yang tidak mengakomodir…

1 hour ago

Ratusan Orang di Mimika Terinfeksi HIV-AIDS

Mayoritas penderita berjenis kelamin laki-laki sebanyak 109 orang, sedangkan perempuan tercatat 90 orang. Kepala Seksi…

2 hours ago

Pembangunan Kopdes Merah Putih Belum Menyentuh Kampung

Program pemerintah pusat dalam mendoro ekonomi masyarakat di kampung lewat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)…

3 hours ago

Gaji Manajer Kopdes Rp6,3 Juta-Rp8,3 Juta Dikontrak Dua Tahun

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan penghasilan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berkisar…

4 hours ago

Mengandung Gula, Garam, dan Lemak, MK Wajibkan Pakai Label Warna

Dalam putusannya, MK mewajibkan adanya informasi yang jelas dan benar mengenai label warna serta simbol…

5 hours ago