Saat sedang baku lempar, sebuah mini bus muncul dari arah belakang dan menyergapnya. Saat itu seluruh rekannya sempat menyelamatkan diri, sementara korban masih terjebak dalam situasi tersebut. “Saat itu pelaku yang menggunakan mobil keluar langsung dengan alat dan mereka menyeret dia (korban) kemudian ditikam,” jelas Arifin.
“Setelah kejadian itu juga korban ditemukan, tidak sampai satu jam, karena memang tidak jauh teman-teman korban, mereka hanya melarikan diri tapi tidak jauh. Setelah kejadian pelaku lari dengan mobil, teman-teman korban lansgung evakuasi korban ke rumah sakit,” pungkasnya. Sebelumnya diberitakan, Situasi mencekam mewarnai aksi pembubaran paksa di lokasi pemalangan di ruas utama Jalan Ahmad Yani depan lorong Koperapoka, Distrik Mimika Baru, Mimika, Papua Tengah, pada Rabu malam.
Sementara terkait bayi yang meninggal usai proses pembukaan blokade jalan hingga kini belum diketahui penyebabnya. Apakah karena pekatnya gas air mata atau ada faktor lain. (mww/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Bila banjir di tempat lain, bisa langsung surut seiring dengan berhentinya curah hujan dari langit,…
Gubernur Apolo datang bersama Kepala Balai Binamarga Merauke, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Jalan dan Jembatan…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jayapura dalam menjaga dan melestarikan dusun…
Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah resmi menerbitkan Surat Perintah (Sprint) Pengawasan guna mengawal rantai pasok…
Ia menambahkan kemistri tim baru terlihat pada paruh kedua kompetisi. Wilson juga menyoroti kebijakan transfer…
Rakor tersebut mengusung tema “Penguatan Penyediaan Data Orang Asli Papua Guna Mendukung Implementasi Undang-Undang (UU)…