

Kepala Dinas Perhubungan Kota, J. Sitorus saat menunjukkan proyektil peluru misterius yang menimpa dirinya. (Foto Dokumen)
JAYAPURA – Terhitung sejak tanggal 31 Desember 2024 hingga saat ini, tepatnya satu bulan kasus peluru Misterius yang menimpa Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura, J Sitorus masih belum ada titik terang. Sebagai korban peluru misterius di malam pergantian tahun itu, J Sitorus mengakui kasus yang tengah ditangani oleh pihak kepolisian itu belum ada kabar baik.
“Hari ini tepat 29 hari, saya belum ada informasi perkembangan hasil proses yang tengah dilakukan oleh mereka pihak kepolisian,” ujar J. Sitorus saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (29/1).
Dirinya mengakui sudah menerima surat pemberitahuan dari kepolisian atas kasus yang menimpa dirinya di malam penghujung tahun 2024 itu.
“Saya memang sudah menerima dua surat dari polisi dengan waktu yang berbeda, isinya pemberitahuan bahwa mereka sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya.
Namun menurut Kadis Hub Kota Jayapura itu, dengan waktu yang sudah hampir satu bulan berjalan seharusnya ada informasi perkembangan lebih lanjut.
“Kalau saya tidak salah, dalam proses penyidikan itukan ada range waktu yang ditargetkan, berkaitan dengan kasus saya ini tentu seharusnya ada perkembangan,” beber terang J. Sitorus yang mengakui tanpa mendahului proses penyidikan yang sedang berjalan di kepolisian.
Bagi Sitorus, proyektil peluru misterius yang ditemukan di TKP dan sudah diserahkan ke pihak kepolisian seharusnya menjadi petunjuk yang jelas untuk mengetahui misteri dibalik kejadian tersebut.
“Kalau pemikiran logis saya, proyektil itu kan sudah bisa jadi petunjuk yang jelas, tinggal diregistrasi siapa pemiliknya, artinya proses penyidikan lebih mengerucut dan seharusnya tidak butuh waktu lama seperti saat ini untuk mengetahui apa motif dan siapa pelaku dibalik ini semua,” ungkapnya.
Page: 1 2
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…