

JAYAPURA – Karena belum mendapatkan pelunasan dari penggunaan lokasi Venue Dayung di Jl Holtekamp Abepura, sejumlah masyarakat dari Kampung Engros melakukan Pemalangan. Mereka menuntut pembayaran sisa yang hingga kini belum dibayarkan.
Masyarakat memalang menggunakan balok dan daun kelapa kemudian menempelkan tiga spanduk yang isinya meminta lokasi tersebut segera dibayarkan.
“Sudah satu tahun lebih kami hanya menunggu janji pemerintah dan sampai sekarang tidak dibayarkan sehingga kami palang,” kata Victor Hanasbey, koordinator aksi, Rabu (30/11).
Ia menyebut bahwa sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan para asisten di provinsi termasuk dengan asisten I Doren Wakerkwa ketika itu namun hanya dijanjikan.
“Pemerintah ketika itu menyampaikan bahwa kami diminta untuk mendukung pelaksanaan PON dulu agar sukses dan ketika sukses maka akan diselesaikan juga hak hak masyarakat. Tapi nyatanya sampai sekarang tidak dibayarkan,” bebernya.
Sementara Jhon Sanyi, salah satu tokoh masyarakat Engros menegaskan bahwa masyarakat meminta agar pemerintah merealisasikan pembayaran sisanya di tahun ini. “Kami sudah memberi waktu cukup lama jadi tahun ini harus dibayarkan,” tegasnya. (Ade/gin)
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…