

Para mahasiswa saat melakukan orasi secara bergantian di Perumnas III Waena Senin (27/10). Polisi memastikan aksi demo yang direncanakan pada 30 Oktober akan berjalan tertib. (Foto: Jimi/Cepos)
JAYAPURA – Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Solidaritas Mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) berencana akan kembali melakukan aksi demo damai dengan jumlah yang lebih banyak lagi. Hal ini dilakukan solidaritas mahasiswa Uncen setelah demo damai yang terjadi pada, Senin (27/10) lalu namun tidak membuahkan hasil, karena Majelis Rakyat Papua (MRP) tidak bersedia menemui pendemo.
Kepada Cenderawasih Pos, Wakil Koordinator Lapangan Umum, Yanuarius Kadepa, menjelaskan bahwa pernyataan sikap belum dibacakan karena masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pihak MRP.
“MRP Provinsi Papua sedang berada di luar daerah untuk mengikuti peringatan satu abad, sehingga mereka belum bisa hadir. Ketua I dan Ketua II sebenarnya masih di Jayapura, tetapi karena faktor internal dan keamanan dan lain hal, sehingga belum bisa datang,” jelas Yanuarius usai aksi di Perumnas lll Waena, Senin (27/10).
Ia menambahkan, mahasiswa siap akan kembali turun ke jalan setelah MRP tiba di Jayapura, jika tidak mahasiswa yang akan menghadapi MRP dengan jumlah yang lebih besar. “Informasi yang kami terima, MRP dijadwalkan tiba besok. Jadi besar kemungkinan aksi lanjutan dilakukan Rabu atau Kamis, tergantung hasil musyawarah mahasiswa Uncen, jika tidak kami akan buat lebih memanas lagi,” ucapan dengan tegas.
Adapun aksi ini dilakukan oleh mahasiswa Uncen sebagai wujud protes atas pembakaran simbol Burung Cenderawasih yang dianggap melukai kehormatan Universitas Cenderawasih. Mahasiswa menilai tindakan itu telah mencederai identitas kampus dan harga diri masyarakat Papua. Sebagai informasi adapun aksi tersebut rencana kembali dilakukan oleh mahasiswa pada, 30 Oktober 2025 mendatang.
Page: 1 2
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta C. H. Rahangiar menjelaskan, koordinasi penanganan KLB…
Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom) pada Rabu (24/6), JAM Pidsus…
Keputusan tersebut tidak datang begitu saja. Taufik diketahui sempat meminta saran kepada mantan atasannya, Dadang…
Laporan itu menjadi salah satu tuduhan paling serius yang pernah dilontarkan terhadap Israel sejak perang…
Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke menyatakan terjadi peningkatan kasus campak yang terjadi saat ini. Penyebarannya diduga…
Keduanya adalah pasangan tuli yang kini tengah merintis usaha berjualan kopi di Kotaraja dalam tepatnya…