Categories: BERITA UTAMA

Niatan Gelar Baksos, Justru Jadi Korban Hoax

JAYAPURA – Niatan TNI dari Yonif MR 411/PDW untuk mengadakan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) pengobatan massal yang diawali dengan berkomunikasi ke RSUD Nduga berbuah hoax yang disebar seolah – olah ada upaya untuk menakut nakuti petugas medis di Nduga.

Ada kelompok yang diduga dari Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) yang sengaja menghembuskan berita bohong dengan menyudutkan TNI. Isunya adalah dari kedatangan TNI untuk mengganggu aktifitas petigas medis.

Komandan Satgas Yonif MR 411/PDW Letkol Inf Subandi  menyampaikan bahwa kedatangan personelnya untuk berkoordinasi dengan pihak RSUD Nduga dalam rangka menyiapkan agenda bakti sosial atau pengobatan massal bagi masyarakat.

“Anggota lagi mempersiapkan layanan pengobatan massal untuk masyarakat. Mengenai waktu dan tempat masih dalam pembahasan. Jadi kedatangan ke RSUD Nduga untuk berkoordinasi menyiapkan agenda tersebut,” kata Subandi dalam keterangannya, Jumat (29/9).

Iapun membantah soal informasi yang menyebut ada upaya untuk  menakut nakuti petugas medis.

“Tidak benar kedatangan prajurit Yonif MR 411 untuk mengganggu tenaga kesehatan. Tidak ada alasan untuk kami melakukan itu, silahkan dikonfirmasi langsung,” bebernya. Subandi sendiri tidak tahu dari mana kabar ini dan apa alasan dan tujuan dari pihak yang menyebar informasi tersebut.

Agenda bakti sosial ini semata – mata bentuk kepedulian kepada masyarakat Kenyam Kabupaten  Nduga guna meningkatkan kualitas  taraf kesehatan anak-anak  balita, ibu hamil, mama-mama, para pemuda maupun orang dewasa dan yang sudah lanjut usia.

Niatan yang baik dari Prajurit TNI bekerjasama dengan pihak RSUD mendapat respon positif dari masyarakat karena merasa terbantukan mendapat pelayanan pengobatan. Karenanya Subandi juga merasa kaget kalau ada yang menyebut kegiatan baksos ini untuk mengganggu petugas di rumah sakit.

“Jadi kami datang semata-mata untuk berkoordinasi membahas penyiapan kegiatan pelayanan kesehatan untuk masyarakat yaitu pengobatan massal. Nanti bisa lihat sendiri saja,” tambahnya. Ia  meminta masyarakat cerdas melihat situasi sesungguhnya apakah betul TNI menakut nakuti petugas medis atau tidak.

“Tidak tepat rasanya disaat masyarakat butuh ketenangan dan kedamaian dan pelayanan kesehatan cuma – cuma ternyata masih ada pihak yang berupaya membuat kabar bohong,” imbuhnya.

  “Tugas kami memberikan pelayanan termasuk bersama pemerintah memberikan apa yang bisa dilakukan dan ini nantinya bersinergi dengan semua Instansi dan kami harap pelayanan kesehatan pengobatan massal yang akan dilaksanakan untuk masyarakat bisa memperbaiki kondisi kesehatan warga,” tutup Subandi. (ade/wen)

Juna Cepos

Recent Posts

Dua Bersaudara jadi Korban Curas di Kampung Tulem

Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Jayawijaya kembali terjadi. Kali ini tepatnya di Kampung…

56 seconds ago

Rumah Sakit Pengampu Nasional dan Regional Cek Langsung RSUD Merauke

Saat di RSUD Merauke tersebut, para direktur utama rumah sakit tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan…

2 hours ago

Mimika Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga…

3 hours ago

Belasan OPD Absen, Wali Kota Beri Sinyal Ganti

Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…

4 hours ago

11 SPPG Masih Dibekukan, Program MBG Macet?

Penangguhan ini memicu kekhawatiran atas keberlangsungan distribusi nutrisi bagi masyarakat di wilayah tersebut. Krisis operasional…

5 hours ago

Demi Harga Diri

Bisakah Persipura menjawab dahaga publik yang sudah empat tahun menunggu agar bisa tampil di kancah…

6 hours ago