Categories: BERITA UTAMA

Komnas HAM Pastikan Tak Ada Konspirasi

Adapun kehadiran Frits di Sungai Rawara, Distrik Moskona, Teluk Bintuni berdasarkan adanya pengaduan di Komnas HAM Jakarta terkait hilangnya Iptu Tomi Marbun. Selain itu, Komnas HAM Papua juga diundang untuk menghadiri proses pencarian dan rekonstruksi agar berjalan secara indenpenden.

Bukan hanya melibatkan Komnas HAM, melainkan juga LBH Papua Barat dan pihak keluarga dari Iptu Tomi Marbun. Total ada sembilan orang sipil yang dilibatkan. Sehingga itu, Frits menegaskan bahwa kontak tembak yang terjadi di lokasi bukanlah pengalihan isu atau upaya lainnya.

“Komnas HAM dalam bekerja selalu menjunjung prinsip kemanusiaan, jadi kalau mereka mengatakan ini adalah intrik atau pengalihan isu. Saya pikir mereka tidak berada di lokasi sehingga bisa berkata demikian,” cetusnya

“Saya pastikan saya mengalami itu secara langsung, saya melihat mereka (KKB-red) yang melakukan penembakan terhadap rombongan kami. Jadi, potensi merekayasa sangat kecil, saya tidak mungkin terlibat dalam konspirasi ini dan tidak mungkin mengorbanan prinsip kemanusiaan untuk orang lain,” sambung Frits.

Frits mengaku bukan kali pertama dirinya mengalami insiden seperti ini. Sebelumnya pernah mengalaminya di wilayah konflik bersenjata seperti di Paniai, Intan Jaya, Puncak Jaya dan Mamberamo.

Sementara itu, Frits enggan memberikan keterangan lebih dalam soal Iptu Tomi Marbun apakah hilang disandera atau tenggelam. Namun, yang bersangkutan saat ini sedang dalam proses pencarian yang melibatkan personel dari Mabes Polri, Polda Papua Barat dan TNI. Pencarian yang dilakukan dengan menyisir sungai dan pencarian di darat.

“Terkait yang bersangkutan kami masih mengkategorikan kecelakaan atau musibah,” ujarnya. Sekadar diketahui, Frtis Ramdey dan rombongan saat ini dalam perjalanan dari Moksona menuju Bintuni. (fia/ade).

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

74 BTS di Keerom Sudah Mengudara74 BTS di Keerom Sudah Mengudara

74 BTS di Keerom Sudah Mengudara

Akses telekomunikasi di wilayah pelosok Kabupaten Keerom kini semakin terbuka lebar. Sebanyak 74 Base Transceiver…

1 day ago

OPD Diminta Rampungkan RKPD dan RKA Tepat Waktu

Dalam arahannya, Noak Wasanggai menegaskan agar seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…

1 day ago

OPD Diminta Maksimalkan Target PAD

Ia menegaskan bahwa arahan tersebut harus menjadi pedoman bagi para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah…

1 day ago

Indentifikasi Jalur Penyelundupan hingga Dugaan Keterlibatan Oknum Petugas

  Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk deteksi dini guna mengantisipasi maraknya upaya penyelundupan barang…

2 days ago

ABR: Jangan Salah Gunakan Bantuan Pemerintah!

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., memberikan peringatan keras kepada seluruh aparat kelurahan…

2 days ago

Fenomena El Nino,  79 Kampung di Dogiyai Terdampak

Ketergantungan warga terhadap pertanian subsisten membuat kerusakan tanaman holtikultura berpotensi mengganggu ketersediaan pangan keluarga

2 days ago