

Gubernur Papua, Matius D Fakhiri saat bersalaman dengan para pimpinan rumah sakit yang ada di Jayapura, usai pertemuan di aula lantai 9 kantor gubernur, Kamis (27/11). (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA-Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri menegaskan dirinya mengambil alih penuh tanggung jawab atas persoalan layanan kesehatan yang sebelumnya ramai menjadi sorotan publik. Hal ini disampaikannya usai mengumpulkan seluruh pimpinan sektor kesehatan, mulai dari kepala dinas kesehatan hingga para direktur rumah sakit di Provinsi Papua.
Gubernur mengatakan, langkah itu merupakan tindak lanjut dari hasil audit Kementerian Kesehatan yang dilaksanakan atas perintah presiden. Menurutnya, perdebatan panjang terkait kasus yang terjadi tidak perlu dilanjutkan, sebab ia secara tegas menyatakan siap bertanggung jawab.
“Kami tinggalkan kasus itu karena sebagai gubernur saya mengambil tanggung jawab. Jadi tidak perlu lagi ada yang mengupas sana-sini. Ini sudah selesai, dan gubernur bertanggung jawab. Kesalahan itu ada di gubernur, bukan yang lain-lain. Ini harus diingat baik-baik,” tegas mantan Kapolda Papua ini, kepada wartawan.
Dari pertemuan yang digelar di lantai 9 kantor gubernur, Kamis (27/11). Gubernur menyatakan seluruh pimpinan sektor kesehatan sepakat melakukan pembenahan menyeluruh layanan kesehatan, mulai dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit sesuai tahapan rujukan.
Rustan mengatakan, Pemkot Jayapura sebelumnya telah melaksanakan rapat koordinasi (rakor) PAD yang menghasilkan sejumlah…
Penjabat Sekda Papua, Christian Sohilait mengatakan, pengendalian inflasi dilakukan secara rutin setiap pekan. Berdasarkan…
Ketiga jabatan tersebut yakni Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Jayapura, Kepala…
Meski tak menceritakan secara detail bagaimana proses korban bisa melarikan diri atau diamankan dari pihak…
Pemerintah Daerah Kabupaten Lanny Jaya secara resmi memulai pelaksanaan Diklat Prajabatan, Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS…
Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan setempat mulai membenahi layanan pendidikan khusus menyusul rendahnya indeks…