

Satu korban, Falen Rante (20), warga Komplek Jaya Asri Entrop, Kota Jayapura, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia saat berenang bersama teman-temannya di Pantai Amai, Kabupaten Jayapura, Jumat (26/9). (Foto: Hans Palen)
Tim SAR Masih Mencari Satu Rekan Korban
SENTANI – Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jayapura, Anton Sucipto, membenarkan adanya kecelakaan laut yang menimpa dua pemuda di perairan Pantai Amai, Jumat (29/6) siang. Kedua korban terseret ombak saat berenang bersama teman-temannya. Dari kronologi kejadian yang didapatkan, korban datang dengan rombongan. Mereka delapan orang dan ketika itu sedang berenang di Tanjung Pistol Pantai Amai. Mereka melompat dari batu karang dengan ketinggian 5 meter.
Namun sayang, saat giliran melompat ini Falen Rate (20) dan rekannya Anugrah Pakiding terseret ombak. Falen adalah warga Komplek Jaya Asri Entrop, Kota Jayapura. Ia ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Jenazahnya sudah dievakuasi ke RS Yowari untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, seorang korban lainnya, Anugrah Pakiding, masih dalam pencarian tim SAR.
“Tim kami masih melakukan pencarian dengan peralatan lengkap, mulai dari penyelaman, rubber boat, hingga menggunakan drone. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat penemuan korban,” jelas Anton. Dari keterangan Polsek Depapre, peristiwa nahas ini bermula saat delapan orang pemuda berenang dan melompat dari batu karang setinggi sekitar 5 meter di kawasan Tanjung Pistol Pantai Amai.
Page: 1 2
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…