Ketua MRP juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara dapur sekolah dan kelompok tani di Papua, termasuk kelompok perempuan tani di kampung. Dengan demikian, dapat membantu dan memperkuat ekonomi lokal serta meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap program pemerintah.
Selain soal distribusi bahan pangan, Nerlince juga memberi masukan terkait menu makanan yang disajikan. Ia berharap makanan yang diberikan kepada siswa lebih sehat dan minim penggunaan minyak. “Anak-anak harus makan makanan sehat, tidak berminyak,’” katanya.
Ia berharap, Badan Gizi Nasional di Papua terus melakukan evaluasi dan perbaikan demi keberhasilan program MBG di Papua dan daerah lainnya.
“Ini program yang bagus dari presiden. Kita dukung penuh, tapi juga kita beri masukan agar ke depan bisa lebih menyentuh langsung ke masyarakat, terutama petani-petani kita,” pungkasnya. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Larangan membawa HP ke sekolah tersebut, lanjut dia, karena anak-anak tidak akan fokus belajar terlebih…
anitia Pelaksana (Panpel) Persipura Jayapura memastikan pengamanan laga terakhir Persipura menjamu Persiku Kudus di Stadion…
Sebanyak 100 unit rumah permanen yang dibangun pemerintah pusat melalui Kementrian Transmigrasi RI di Kampung…
Persiker merupakan juara Liga 4 zona Papua dan menjadi wakil Papua pada seri nasional. Mereka…
Dari 47 CHJ, terdiri dari 18 laki-laki dan 29 perempuan. Jemaah tertua atas nama Kislam…
Ketua NPCI Papua, Jayakusuma menghadiri rapat kerja nasional (Rakernas) NPCI Pusat di Kota Solo, Jawa…