Categories: BERITA UTAMA

Dipastikan Buku PPKn Kelas VII Tidak Beredar

JAYAPURA-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Debora B. Rumbino, S.Hut., MM., memastikan buku PPKn atau Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan bagi siswa SMP kelas  VII yang memuat kekeliruan sangat fatal mengenai ajaran Kristen tidak beredar di Kota Jayapura.

Untuk itu, Debora Rumbino meminta masyarakat di Kota Jayapura untuk tidak khawatir dengan peredaran buku tersebut. Selain itu, berdasarkan masukan dari masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) juga sudah menarik buku PPKn tersebut. Dimana Kemendikbudristek, Selasa (26/7) menarik buku yang beredar dengan format elektronik serta segera mengganti dengan edisi revisi.

“Masyarakat tidak perlu khawatir terkait hal ini. Karena ini sudah ditarik langsung oleh Kemendikbudristek. Jadi di Kota Jayapura aman tidak ada yang memiliki,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (28/7).

Sementara itu Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Papua, Adrian Howai menambahkan, buku itu sudah ditarik dari edaran dan sudah ada penegasan dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) yang meminta Kemendikbudristek  menarik dari peredaran buku PPKn untuk SMP Kelas VII, tulisan Zaim Uchrowi dan Ruslinawati. Pasalnya, buku tersebut memuat kekeliruan sangat fatal mengenai ajaran Kristen.

Dengan demikian masyarakat Papua khususnya yang beragama Kristen tidak perlu khawatir. Karena seharusnya jika terkait pembelajaran PPKn tentunya tidak boleh dimasukkan terkait pelajaran khususnya di agama Kristen.

Hal ini menurut Adrian Howai harus jadi pembelajaran bersama, supaya dikemudian hari tidak terjadi hal seperti ini yang sangat fatal sekali.

“PGI telah mengirimkan surat keberatan kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Selasa (26/7). Surat ditandatangani oleh Ketua Umum PGI, Pdt. Gomar Gultom, dan Sekretaris Umum PGI, Pdt Jacklevyn F Manuputty,”ungkapnya.

Diakui, PGI menegaskan beberapa hal dan memohon buku tersebut ditarik dari peredaran dengan penjelasan seperlunya kepada sekolah-sekolah yang sudah sempat menggunakannya. Masih menyarankan kepada Mendikbudristek, PGI meminta agar muatan kurikulum terkait Pancasila dan Kewarganegaraan, sebaiknya dibebaskan dari tafsir agama.

Untuk itu, sebaiknya buku-buku pegangan maupun pelajarannya tidak memasuki aspek dogma/ajaran mengingat beragamnya denominasi di kalangan umat beragama. Kalaupun harus menjelaskan tentang agama, cukuplah menyebutkan sejarah ringkas dan aspek nilai-nilai etikanya saja. Mengusulkan agar melibatkan kelembagaan dengan otoritas resmi seperti PGI untuk turut menelisik draf yang sementara dikerjakan terkait pokok agama Kristen, sebelum mencapai tahap finalisasi untuk diterbitkan.(dil/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: KOTA

Recent Posts

Satgas BBM Perkuat Pengawasan BBM Bersubsidi

     Pengawasan dilakukan dengan melibatkan sejumlah instansi terkait, termasuk Pertamina dan Dinas Energi dan…

17 minutes ago

TNI-Polri Petakan Daerah Rawan dan Perkuat Pengamanan di Papua

Menyikapi potensi gangguan keamanan jelang hari kemerdekaan. Pengamanan ketat akan diberlakukan secara menyeluruh, mencakup wilayah…

1 hour ago

Danrem Ingatkan Masyarakat Papsel Tidak Terprovokasi di Medsos

Danrem 174/Anim Ti Waninggap Brigjen TNI Mustakim, mengingatkan masyarakat Papua Selatan agar lebih bijak menyikapi…

2 hours ago

Hadirkan Aplikasi AMAN, Tapi Masih Butuh Sosialisasi ke Guru, Orang Tua Hingga Murid

  Kemenag kini menghadirkan aplikasi AMAN, aplikasi ini  bukan sekadar portal pengaduan biasa. Platform resmi…

3 hours ago

SPPG Polres Keerom Raih Dua Prestasi Lomba SPPG Polri 2026

Dalam lomba terdapat tiga kategori yang diperlombakan, yakni Tata Kelola SPPG Polri, Inovasi Kepala SPPG…

6 hours ago

Letkol Inf Elson Dwi S Jabat Danyonif 751/VJS, Siap Lanjutkan Program Satuan

Pangdam mengatakan serah terima jabatan di lingkungan TNI Angkatan Darat merupakan bagian dari proses pembinaan…

7 hours ago