Categories: BERITA UTAMA

Soal Tambang Ilegal, BTM Minta Dihentikan!

Wali Kota Jayapura DR Benhur Tomi Mano MM berdiskusi dengan Wakil Wali Kota, Ir H Rustan Saru MM terkait penambangan emas ilegal di Buper, Waena, Sabtu (27/6). (FOTO: Gamel/Cepos)

JAYAPURA – Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., nampaknya tak mau diam dengan informasi terkait  lokasi penambangan di Buper Waena, Distrik Heram. Ia meminta agar aktivitas di lokasi tersebut dihentikan karena tak memiliki izin alias ilegal. Ia tak ingin dari aktifitas untuk kepentingan segelintir orang ini akhirnya memberi dampak buruk bagi lingkungan apalagi masyarakat banyak dikemudian hari. 

Benhur Tomi Mano terlihat kaget setelah mendengar informasi tersebut dan langsung memerintahkan pihak kepolisian untuk mengusut. Hasilnya, betul ada  aktivitas penambangan yang sudah berlangsung sangat lama. 

“Saya kaget  ada yang melapor dan saya lihat foto – foto dan dan langsung sampaikan ke Kapolres untuk dicek dan ternyata betul. Sekarang mereka yang mendulang sudah ditangani Polisi. Kami akan periksa dan saya minta ini diseriusi karena ternyata sudah berlangsung sangat lama,” kata BTM saat ditemui di   Pantai Hamadi, Sabtu (28/6). 

 Ia meyakini ada dampak buruk yang akan terjadi jika terus dilanjutkan. Apalagi tidak menutup kemungkinan  para pendulang ini menggunakan bahan – bahan berbahaya semisal mercuri. Cairan ini kerap dipakai para penambang untuk memudahkan memisahkan biji emas dengan bebatuan  atau material di luar emas. Hanya saja cairan ini sangat berbahaya bagi lingkungan apalagi manusia dan hewan. 

BTM juga meminta segera diproses, sebab aktivitas ini ilegal dan tak mengantongi izin. Tak hanya BTM, Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., juga kaget. Pasalnya desas desus soal adanya pendulangan emas itu betul dan terus beroperasi. Rustan ikut kaget karena mengetahui ada 6 unit alat berat yang dioperasikan. “Ada enam unit dan ini tidak main – main. Ada banyak peralatan pendulangan termasuk mesin – mesin alkon yang dipakai. Ini bahaya sekali,” katanya. 

Rustan  menegaskan bahwa Pemkot  saat ini tak mau melihat lokasi masuk wilayah mana dan dirinya setuju bahwa harus dihentikan lebih dulu.”Soal apakah nanti masuk Kabupaten Jayapura atau Kota Jayapura itu nanti, yang penting stop dulu,” tegasnya. 

Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi IV DPR Papua, Thomas Sondegau  juga sependapat bahwa lokasi tambang sebaiknya ditutup karena akan memberi banyak dampak buruk. “Kita butuh air, dan jangan sampai air dari Buper mempengaruhi kondisi air di Kampwolker,” singkatnya. (ade)

newsportal

Recent Posts

Desak Perlindungan Warga Sipil di Tengah Konflik Bersenjata

Karenanya YKKMP berencana akan memasang baliho hak-hak masyarakat sipil khususnya di Distrik Sinak dan Kembru,…

5 hours ago

Harga Minyak Tanah Bersubsidi di Pengecer Semakin Tak Masuk Akal

arga penjualan minyak tanah (Mitan) bersubsidi di tingkat pengecer pada pasaran Wamena semakin meninggi. Sebab…

6 hours ago

Dua Bersaudara jadi Korban Curas di Kampung Tulem

Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Jayawijaya kembali terjadi. Kali ini tepatnya di Kampung…

7 hours ago

Rumah Sakit Pengampu Nasional dan Regional Cek Langsung RSUD Merauke

Saat di RSUD Merauke tersebut, para direktur utama rumah sakit tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan…

9 hours ago

Mimika Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga…

10 hours ago

Belasan OPD Absen, Wali Kota Beri Sinyal Ganti

Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…

11 hours ago