Categories: BERITA UTAMA

Video Ancaman KKB Diteliti Ahli

JAYAPURA – Video dari Kelompok Kriminal Bersenjata yang menyatakan bakal segera “mengeksekusi” pilot jika duta – duta besar beberapa negara tidak segera mendesak Indonesia untuk memberikan pengakuan kemerdekaan Papua rupanya menarik perhatian Satgas Damai Cartenz.

Video yang dibacakan oleh Komandan Batalyon Kodap III Ndugama, Rumianus Wandikbo ini bakal diteliti dan didalami tak hanya terkait maksud statemen tetapi juga juga lokasi dimana kelompok tesebut beraa.

“Kami akan teliti maksud ancaman akan menembak pilot susi air seperti dari video yang disebar,” kata Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Pol. Donny Charles Go dalam rilisnya, Sabtu (28/5). Bahkan dikatakan untuk memahami maksud pesan video tersebut Polri akan melibatkan pakar atau ahli guna mencerna pesan video berdurasi 7 menit 35 detik tersebut.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan tentang video yang beredar, kami gunakan ahli juga untuk mengetahui detail tentang videonya,” kata Kombes Donny. Sebelumnya Rumianus membacakan surat pernyataan ancaman bakal menembak Pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens apabila Indonesia tak segera mengakui kemerdekaan Papua oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Pilot berkewarganegaraan Selandia Baru itu disandera sejak Februari 2023.

Untuk diketahui, sebuah video yang dirilis oleh KKB Pimpinan Egianus Kogoya pada Jumat (26/5) menyampaikan pesan jika kelompok tersebut siap membunuh pilot Susi Air Philip Mehrtens yang sudah disandera selama empat bulan. Video ini juga memperlihatkan peringatan dari tahanan asal Selandia Baru itu yang mengatakan bahwa KKB siap membunuh dirinya.

“Jika itu tidak terjadi dalam dua bulan maka mereka mengatakan akan menembak saya,” kata Mehrtens dikutip dari video tersebut. Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan operasi penyelamatan pilot Susi Air Philip Mark, yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, memerlukan perhitungan agar sandera asal Selandia Baru itu bisa diselamatkan. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

8 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

9 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

10 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

11 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

12 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

13 hours ago