Categories: BERITA UTAMA

13 Daerah Diberi Waktu Satu Minggu

Suasana rapat hasil evaluasi, validasi dan verifikasi data tenaga honorer Pemerintah Provinsi dan Kabupatena/Kota Se- Papua, di Swiss-Belhotel Jayapura, Jumat (28/5) kemarin. ( FOTO: Yohana/Cepos)

*Untuk Melengkapi Data Tenaga Honorer

JAYAPURA-Terkait dengan hasil keputusan nasib para tenaga Honorer di Papua, yang mana telah ditetapkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) yang menyediakan kuota 20.000 orang untuk Provinsi Papua, Pemerintah Provinsi Papua, memberikan waktu satu minggu kepada 13 kabupaten dan kota yang belum melengkapi data honorernya (data lengkap lihat grafis). 

Sekda Provinsi Papua, Dance Yulian Flassy mengatakan, hingga saat ini baru 16 kabupaten ditambah Pemprov Papua yang telah memasukan data honorer kepada BKD Provinsi Papua. Sementara masih ada 13 kabupaten dan kota yang belum memasukan data tenaga honorernya.

“Kami harapkan kabupaten dan kota yang belum memasukan data honorernya agar dapat memasukan data. Kami beri waktu satu minggu. Permintaan melengkapi data kepada masing-masing kepala daerah sudah kami sampaikan berulang-ulang. Namun sampai saat ini baru 16 kabupaten yang sudah memasukan data,” ungkap Sekda Dance Flassy kepada Cenderawasih Pos, Jumat (28/5) kemarin.

Diakuinya, kelengkapan data ini terus ditunda-tunda. Untuk itu, pihaknya berharap dengan adanya pembahasan rapat ini, setiap kabupaten dan kota bisa langsung melengkapi data yang telah diberikan agar secepatnya bisa diserahkan kepada  Kemenpan-RB.

“Tolong jangan lama-lamalah. Khususnya untuk 13 kabupaten dan kota yang belum. Kasihan teman-teman yang lain juga menunggu keputusan dan hasil bagi nasib para tenaga honorer di kabupaten dan kota masing-masing,” tambahnya.

Sekda Dance Flassy menambahkan, apbila dalam kurun waktu satu minggu masih ada kabupaten dan kota yang belum menyampaikan data honorernya, maka Pemprov Papua tetap akan memproses data dari daerah yang sudah masuk.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Papua, Nicholaus Wenda menjelaskan pihaknya berharap setiap daerah segera menyusun dan melaporkan data honorernya sesuai dengan kebutuhan di masing-masing daerah.

“Sampai sekarang yang sudah masuk sebanyak 16 kabupaten dan yang belum masuk sebanyak 13 kabupaten. Saat ini kami masih menunggu data dari daerah-daerah yang belum masuk. Kami harapkan agar setiap kabupaten/kota yang belum memasukan data bisa ditanggapai dengan serius,” ujarnya. 

Nicholaus Wenda mengatakan, batas waktu yang diberikan Pemprov Papua hanya satu minggu. Oleh sebab itu, 13 kabupaten dan kota yang belum memasukan datanya agar segera mempercepat pelaporan datanya. (ana/nat)

13 Kabupaten dan Kota yang Belum Masukkan Data Honorer

  1. 1. Kota Jayapura
  2. 2. Kabupaten Tolikara
  3. 3. Kabupaten Jayawijaya
  4. 4. Kabupaten Biak Numfor
  5. 5. Kabupaten Dogiyai
  6. 6. Kabupaten Nabire
  7. 7. Kabupaten Mamberamo Raya
  8. 8. Kabupaten Waropen
  9. 9. Kabupaten Mappi
  10. 10. Kabupaten Intan Jaya
  11. 11. Kabupten Supiori
  12. 12. Kabupaten Mamberamo Tengah
  13. 13. Kabupaten Puncak Jaya

Sumber: Pemprov Papua

newsportal

Recent Posts

Jembatan Putus, 7 Orang Tewas Tenggelam

Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…

18 hours ago

Kejari Musnahkan Barang Bukti 62 Perkara Inkracht

Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…

19 hours ago

Jumlah penduduk Provinsi Papua Capai 1,074 juta

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…

20 hours ago

Turun ke Lokasi Kebakaran, ABR Pastikan Penanganan Darurat Terpenuhi

Peristiwa kebakaran yang terjadi sekira pukul 15.45 WIT tersebut menghanguskan sedikitnya 10 petak rumah warga.…

20 hours ago

Rupiah Bakal Perkasa Lagi! Bos BI Siapkan 7 Jurus Maut

Langkah-langkah strategis ini telah mendapat lampu hijau dan penguatan langsung dari Presiden. "Kami melaporkan kepada…

21 hours ago

Cegah Bullying dan Rasisme, Sekolah Harus Jadi Tempat Ramah Anak

Komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak ini, diwujudkan Kanwil Ditjenpas melalui kegiatan sosialisasi…

21 hours ago